| Kamis, 19 Mei 2005 | KEDU & DIY |
Minta Cerai, Lisatun Dibunuh SuamiWONOSOBO- Peristiwa berdarah yang merenggut jiwa Lisatun (17), terjadi di Wonosobo, Selasa (17/5) petang. Perempuan muda asal Desa Beran, Kecamatan Kepil, Wonosobo yang cukup cantik itu, meninggal dunia di RSUD Wonosobo, beberapa saat setelah ditusuk senjata tajam oleh Sukro (23), suaminya. Setelah menusuk lambung istrinya, di Kampung Kejiwan, Wonosobo, tersangka langsung melarikan diri. Sampai Rabu kemarin, tim unit Resmob Polres masih terus mengejarnya. Jenazah korban Lisatun saat ini sudah dimakamkan di Desa Beran, Kecamatan Kepil. Kasatreskrim Polres AKP HP Sitorus yang ditemui Suara Merdeka kemarin mengatakan, pasangan muda itu menikah enam bulan silam. Sejak menikah, tersangka belum mempunyai pekerjaan tetap. Kehidupan rumah tangga pasangan muda itu dinilai kurang harmonis. Tersangka sering terlibat percekcokan dengan sang istri, Lisatun. Bahkan tersangka yang berperilaku pendiam, disebut-sebut ringan tangan terhadap istrinya. Menurut AKP Sitorus, karena sering cekcok dan tidak ada kecocokan dalam berumah tangga, Lisatun mengajukan cerai. Pada Selasa (17/5) lalu, baik tersangka maupun korban datang ke kantor Pengadilan Agama Wonosobo. Kehadiran korban ke kantor Pengadilan Agama didampingi kerabat dan perangkat desa. Namun gugatan cerai belum bisa dikabulkan, karena berbagai hal antara lain mereka tidak membawa buku nikah. Untuk melengkapi persyaratan itu, Lisatun bersama kerabatnya mengantar tersangka ke tempat tinggal orang tuanya di Kampung Kejiwan, Wonosobo -guna mengambil buku nikah milik Sukro-Lisatun. Pergi Berdua Setiba di rumah orang tuanya di Kampung Kejiwan, tersangka tidak menemukan buku nikah yang dibutuhkan untuk proses perceraian. Lisatun dan rombongan saat itu tetap menunggu di rumah mertuanya. Mereka berada di rumah orang tua tersangka, sejak pukul 10.00-16.00. Selanjutnya, petang itu Sukro bermaksud ke rumah kakaknya, yang tidak jauh dari kediaman orang tuanya. Dalam kaitan tersebut, korban tetap menempel terus suaminya. Mereka pun pergi berdua ke rumah kakaknya. Tetapi tidak lama kemudian, tersangka yang diduga tidak senang diikuti terus-menerus oleh sang istri, menusukkan senjata tajam ke arah lambung kiri Lisatun. Perempuan muda yang tidak menyangka tindakan kejam suaminya, hanya bisa menjerit minta tolong. Korban yang tidak kuat menerima tusukan senjata tajam, langsung tersungkur di pekarangan rumah kakak iparnya. Mendengar teriakan korban, para kerabat Lisatun yang masih menunggu di rumah orang tua tersangka segera berlarian ke arah korban. Saat itu tersangka sudah tidak berada di TKP, sedangkan korban yang berlumuran darah tergeletak di tanah. Secepatnya korban dilarikan ke RSUD Wonosobo. Meski langsung mendapat perawatan dan penanganan medis di RSUD Wonosobo, jiwa Lisatun tidak bisa diselamatkan. Diduga tusukan senjata tajam tersebut menembus sampai ke paru-paru Lisatun. Dengan meninggalnya Lisatun, Kasatreskrim Polres Wonosobo mengimbau agar tersangka menyerahkan diri kepada yang berwajib. Peristiwa berdarah itu mendapat perhatian serius dari kepolisian setempat. (P55-16s) |