| Kamis, 19 Mei 2005 | BANYUMAS |
Soal Pilkada, Banjarnegara Bisa Belajar dari Daerah LainBANJARNEGARA- Kabupaten Banjarnegara bisa belajar dari pengalaman daerah lain dalam pemilihan kepala daerah. Itu keuntungan tersendiri karena Banjarnegara baru mengadakan pemilihan tahun 2006. Jadi masih banyak waktu untuk persiapan. Hal itu dikemukakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Bambang Sadono, saat membuka Rapat Kerja Daerah DPD II Partai Golkar Banjarnegara, kemarin. Dia menyatakan waktu relatif panjang itu harus dimanfaatkan Partai Golkar untuk memilih dan menimang-nimang calon yang berpeluang besar. Juga menyeleksi tokoh yang mempunyai komitmen besar terhadap partai. ''Targetnya satu, harus menang. Karena itu penyeleksian harus dimulai sejak sekarang dan dipersiapkan dengan baik agar peluang tak hilang,'' katanya. Persiapan makin dini, ujar dia, lebih baik. Jadi punya waktu menyosialisasikan calon kepada kader dan masyarakat serta berkomunikasi dan berkoalisi. Dia berkunjung ke Banjarnegara untuk konsolidasi organisasi DPD sebelum berakhir di Purbalingga. Dia menyatakan langkah itu bisa memberikan makna kepada para kader di lapisan bawah. Selama ini, kader di lapisan bawah selalu dilupakan selepas pemilihan umum. Mereka ditinggalkan begitu saja. Itu tak boleh terjadi lagi pada masa datang. Ciri Khas Setelah konsolidasi DPD II, dalam waktu dekat dilanjutkan kunjungan ke 562 pimpinan kecamatan (PK). Sampai dengan saat ini dia sudah mengunjungi 10 PK. Bambang berjanji memberikan bantuan kendaraan operasional ke setiap DPD II. Dia berharap mobil itu mempermudah operasional dan menjadi ciri khas partai. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bajarnegara, HM Soeparno, menegaskan arti penting konsistensi melaksanakan program partai. Hanya dengan konsistensi Partai Golkar bisa memenangi pemilihan umum. Dia menetapkan kenaikan perolehan suara 50% dari perolehan suara sebelumnya. ''Partai Golkar Banjarnegara saat ini mempunyai 12 wakil di DPRD. Itu harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.'' (mos-53) |