| Kamis, 19 Mei 2005 | BANYUMAS |
Lemah, Pemahaman soal LingkunganCILACAP- Direktur Pusat Studi Kebijakan Lingkungan (Pusaka), Chabibul Barnabas, menyatakan permasalahan lingkungan hidup telah menjadi penyakit kronis yang sulit dihilangkan. Di Cilacap, paradigma pembangunan lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi. Faktor lingkungan hidup terabaikan karena dianggap penghambat. ''Hal itu menyebabkan pertimbangan yang berkait dengan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan terabaikan,'' katanya, kemarin. Hal tersebut, kata dia, dapat dilihat dari kualitas lingkungan yang menurun. Terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan, terutama di pesisir dan pantai. ''Belum ada upaya serius seluruh jajaran pemerintah untuk mengatasi masalah itu.'' Dia mengemukakan kelemahan pemahaman aparat pemerintah tentang undang-undang lingkungan hidup telah berdampak buruk. Bagi aparat pemerintah, industri besar yang memberikan sumbangan besar ke pendapatan asli daerah harus diberi kemudahan dan perlindungan. Hati-hati Tak ayal, berbagai kemudahan dan insetif diberikan ke industri besar untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas produksi. Walau industri itu merusak lingkungan sehingga merugikan masyarakat. ''Bukan rahasia lagi sektor industri berakibat buruk terhadap lingkungan dan manusia. Sejak berdiri biasanya industri sudah menimbulkan masalah. Misalnya, lokasi terlalu dekat dengan permukiman, pembebasan tanah tidak manusiawi, dan kualitas analisis mengenai dampak lingkungan kurang memadai.'' Karena itulah, Pusaka berharap pemerintah memprioritaskan hak warga atas informasi yang benar dan akurat tentang kebijakan yang berkait dengan lingkungan hidup. Pemerintah harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan kebijakan investasi dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Adapun industri yang terbukti mencemari membayar kerugian ke pemerintah. (ag-53) |