| Selasa, 17 Mei 2005 | SALA |
Tolak Trayek Baru, Awak Angkot DemoKLATEN - Puluhan angkutan kota (angkot) yang beroperasi di wilayah Klaten mendatangi Pemkab, Senin (16/5), kemarin. Mereka menolak beroperasinya trayek baru yang memotong jalur trayek yang sudah ada. Para awak angkot itu khawatir, beroperasinya trayek baru tersebut akan mengurangi pendapatan mereka. Para awak angkot mendatangi kompleks Pemkab pukul 10.00. Angkot itu berasal dari jalur F, I, B, C dan L, sedangkan awak bus berasal dari jurusan Penggung-Pulowatu-Prambanan. Mereka memarkir sekitar 40 kendaraan warna kuning di sekitar pendopo Pemkab, sedangkan awak bus diwakili satu bus saja. Menurut keterangan para awak, mereka menolak beroperasinya trayek baru 3C dengan rute Penggung-Karangwuni-Meger-Pasar Senggol-Pepe-Ngupit-Gatak-Pulowatu-Soran-Manjung-Ngrundul-Terminal Angkot Klaten. ''Rute baru itu memotong jalur yang sudah ada sekarang. Kami khawatir, penumpang akan memilih jalur baru yang mobilnya juga baru,'' kata Madiyono, sopir angkot jurusan F. Mereka setuju diadakan trayek baru, tapi kalau bisa jangan sampai mengganggu rute yang sudah ada, sehingga para awak trayek lain tidak keberatan. Rute baru, sebaiknya melewati jalur lain yang tidak dilewati jalur yang sudah ada. ''Saat ini saja, kami sering pulang tak bawa uang, karena habis untuk setoran dan beli bensin. Pendapatan kotor sekitar 120.000, untuk bensin Rp 50.000, setoran Rp 50.000, sisanya dibagi sopir dan kondektur, sangat mepet,'' ujar Agung, kru jurusan F. Setibanya di Pemkab, dua orang mewakili setiap trayek diminta untuk berembuk di ruang pertemuan lantai III gedung C. Mereka ditemui staf bagian perekonomian, Ketua Organda, dan Kepala Kantor Perhubungan. Sementara sebagian awak angkot demo, sebagian lainnya tetap beroperasi agar penumpang yang biasa menggunakan jasa mereka tidak telantar. Mereka berharap, beroperasinya trayek baru diperhatikan. Namun para awak lain khawatir, bila trayek baru itu beroperasi penghasilan mereka akan semakin tidak menentu.(F5-55a) |