| Selasa, 17 Mei 2005 | SALA |
Tukang Becak Tewas Tersambar KAKLATEN - Pelintasan kereta api (KA) Dukuh Tegalduwur, Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, kembali menelan korban. Kali ini, seorang tukang becak tewas mengenaskan tertabrak KA Logawa, Senin (16/5) pukul 10.15. Menurut informasi, sebelum kejadian Slamet Widodo (18), warga Desa Jombor, Kecamatan Ceper, mengayuh becaknya dari Desa Pokak menuju Desa Jombor. Dia mengayuh becaknya dengan santai, sampai melintasi jalur ganda KA di Dukuh Tegalduwur. Sesaat setelah melintasi rel, dia berhenti. Becaknya diparkir di sebuah tiang telepon, yang letaknya di sebelah barat tak jauh dari rel KA. Kemudian, dia berjalan kaki kembali ke arah rel menuju sungai kecil. Ia bermaksud buang air besar. Saat dia berjalan di atas rel, tiba-tiba dari arah Yogya melaju kencang KA Logawa bernomor loko CC 201537 yang dikemudikan masinis Bayu Ciptono (40), warga Depo Purwokerto. KA Logawa membunyikan klakson beberapa kali, tapi korban tak segera menyingkir dari rel. Akibatnya, kecelakaan itu tak dapat dihindari. Tubuh korban tertabrak KA dengan keras, dan terpental hingga 25 meter dari titik benturan. Korban tewas di lokasi kejadian. Kejadian itu segera dilaporkan ke aparat keamanan. Tak lama kemudian, Kapolsek Ceper, AKP Sri Hatmo, bersama empat anak buahnya langsung menuju ke lokasi kejadian. Jenazah korban segera dilarikan ke RS dr Soeradji Tirtonegoro untuk divisum. Menurut Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Klaten, Aiptu Sukardjo, kecelakaan itu diduga terjadi karena korban mengalami gangguan pendengaran, sehingga tidak mendengar ketika ada kereta mendekat. Bahaya Perempatan Mbah Ruwet, adalah jalan tembus terdekat dari Jalan Raya Yogya-Solo menuju Desa Pokak. Daerah yang dekat dengan makam itu, dikenal sangat angker karena sering terjadi kecelakaan KA. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu juga mengatakan hal yang sama. Lokasi itu memang berbahaya. Selain karena tidak ada palang pintu dan penjaga, juga lokasinya sangat sepi karena jauh dari permukiman. Tak hanya orang tewas tertabrak KA, tapi juga terjatuh saat melintasi rel. ''Daerah ini memang angker, banyak yang tewas tertabrak KA,'' kata Budi (34), salah satu warga yang melihat kecelakaan tersebut.(F5-55ha) |