logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Mei 2005 SALA
Line

Puluhan Hektare Padi Diserang Tikus

  • Tanaman Mendadak Layu dan Mati

WONOGIRI - Puluhan hektare tanaman padi di wilayah Kecamatan Puhpelem, Wonogiri dilaporkan terkena serangan tikus dan hama kresek.

Dampaknya, petani di sana terancam gagal panen. Akibat serangan itu, banyak tanaman padi yang mendadak rusak dan layu kemudian mati.

''Bagaimana dapat panen kalau batang padinya saja terputus karena diserang tikus. Selain itu, tanaman padi juga mendadak layu mengering karena hama kresek,'' keluh Wartono yang mewakili petani di Kecamatan Puhpelem.

Kemunculan tikus dan hama kresek itu sangat memukul nasib petani setempat karena gambaran mereka untuk dapat memetik hasil mendadak sirna. Camat Puhpelem Drs Bambang Haryanto mengatakan, kedua jenis hama itu menyerang padi sawah varietas IR 64. Dari hasil penelitian sementara diketahui, serangan tikus itu terjadi di 29 ha areal tanaman padi dan hama kresek 23 ha. Di luar itu, masih terdapat sekitar 60 ha tanaman padi yang terancam.

''Kemunculan tikus dan hama kresek ini sudah kami laporkan kepada Bupati Wonogiri dan Dinas Pertanian. Bahkan petugas dari Dinas Pertanian sudah langsung turun ke Puhpelem,'' tegasnya.

Bantuan Pestisida

Kepala Dinas Pertanian Ir Guruh Santosa MM mengatakan, hama kresek disebabkan oleh adanya gangguan cendawan yang menyerang daun padi, sedangkan hama tikus ini karena ekosistem alam setempat terganggu. Misalnya, kini banyak ular ditangkapi warga untuk dijual, padahal ular itu menjadi predator alami yang memangsa tikus. Jadi, wajar kalau kemudian tikus itu berkembang tak terkendali dan menyerang padi sawah.

''Terkait dengan laporan adanya serangan tikus dan hama kresek di Puhpelem, kami sudah menurunkan petugas untuk mengecek ke sana dan bila butuh bantuan pestisida, kami siap memberikannya,'' tandasnya.

Dia menambahkan, agak sulit untuk membasmi hama kresek karena hama ini disebabkan oleh sejenis cendawan dan virus. Adapun hama tikus, tambahnya, dapat diberantas dengan emposan belerang, racun clerat, dan sistem geropyokan massal. ''Pada prinsipnya, asal itu cepat ditangani, niscaya tidak akan berkembang menjadi serangan yang eksplosif. Dampaknya, hasil panen pun secara kumulatif tidak akan begitu besar,'' ujarnya.

Di Kabupaten Wonogiri saat ini masih terdapat penambahan areal tanaman padi baru 6.330 ha sehingga totalnya mencapai 21.838 ha. Semua lahan itu dibudidayakan secara intensif. Perinciannya, areal sawah beririgasi teknis 18.850 ha dan yang nonirigasi 2.988 ha.

Terlepas adanya laporan hama susulan dari Kecamatan Puhpelem, data serangan hama pada tanaman padi sawah di Kabupaten Wonogiri jenisnya ada tujuh macam. Yakni, hama penggerek batang yang menyerang 93 ha padi, hama putih 5 ha, uret 2 ha, walang sangit 44 ha, tikus 5 ha, bakteri hawar daun 30 ha, dan hama bias 12 ha. Intensitas serangannya 10 - 20 persen.

Tikus, ternyata tidak hanya merusak tanaman padi sawah. Sebab, ada laporan bahwa tikus juga merusak 1 ha tanaman kacang tanah. Di sisi lain, ada tanaman bawang merah yang diserang hama jamur fusarium seluas 8 ha dan hama lalat kacang merusak 4 ha tanaman kedelai. (P27-55n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA