logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Mei 2005 SALA
Line

Tak Ada Target Penanganan Korupsi

KEJARI Boyolali tidak akan memaksakan kehendak bila memang tidak ada perkara tindak pidana korupsi yang harus diusut. Sebab, pihaknya tidak ditarget dalam menuntaskan perkara korupsi. ''Jadi, kalau memang tidak ada perkara korupsi saya tidak akan mencari-cari,'' kata Kajari Boyolali Isna Iksan SH, kemarin.

Namun demikian, bukan berarti pihaknya tinggal diam atau membiarkan kasus korupsi. Begitu ada informasi, pasti akan ditelusuri dan diusut sampai tuntas. Berikut petikan wawancara Suara Merdeka seputar penanganan perkara korupsi di Boyolali.

Dalam satu tahun ada berapa perkara korupsi yang harus dituntaskan?

Dalam mengusut perkara korupsi saya tidak ditarget oleh atasan. Jadi, dalam kurun waktu satu tahun tidak ada batasan jumlah perkara yang harus diselesaikan. Kalau memang ada dan ditemukan bukti yang kuat, berapa pun jumlah perkara korupsi itu harus diselesaikan. Sebaliknya kalau tidak ada, saya tidak akan mengada-ada atau mencari-cari.

Kalau tidak ada target dampaknya tindak pidana korupsi marajela?

Bukan begitu. Tidak ada target artinya saya tidak mencari-cari kesalahan seseorang atau lembaga, tetapi petugas tetap diturunkan untuk mencari informasi. Dengan demikian, fungsi pengawasan tetap dijalankan sehingga begitu mendapat informasi atau masukan dari masyarakat, pasti akan ditindaklanjuti.

Dalam mencari informasi perkara tindak pidana korupsi strategi apa yang dilakukan?

Bermacam-macam. Misalnya menyebar petugas, meminta keterangan kepada seseorang atau lembaga yang diduga menyalahgunakan uang negara dan lain-lainnya. Akan tetapi, terbongkarnya perkara korupsi bisa datang dari luar. Misalnya informasi dari masyarakat, baik secara lisan maupun tertulis.

Apakah sudah ada infomarsi dari masyarakat sehingga perkara korupsi terbongkar?

Sudah ada. Dalam memberikan informasi bisa dilakukan secara terbuka dan tertutup. Kalau dilakukan secara terbuka dengan cara mengirim surat atau datang langsung ke kantor saya akan memberikan perkembangan. Dengan demikian, ada perkembangan penanganan korupsi yang dibongkar itu karena informasi akan disampaikan. Yang tertutup juga kami sampaikan perkembangan. Saya minta kepada warga untuk tidak ragu-ragu atau takut menyampaikan informasi perkara korupsi. Kalau minta dilindungi pasti akan saya lindungi identitasnya.

Selama menjabat di Boyolali berapa uang negara yang bisa diselamatkan?

Saya kan baru beberapa bulan menjabat Kajari. Sekarang ini masih dalam proses penanganan perkara.

Kalau perkara yang sudah ada, berapa yang kini ditangani?

Ada beberapa, salah satunya dana purnabaki. Namun saat ini masih dalam proses penyelidikan. Dengan demikian, belum diketahui tersangkanya. (Suti Harjoyo-55n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA