| Selasa, 17 Mei 2005 | SALA |
Proyek Pembangunan Pasar Sunggingan Bakal MolorBOYOLALI - Sesuai dengan kontrak kerja, pembangunan Pasar Sunggingan Boyolali dijadwalkan akan selesai pada akhir Mei. Namun, kemungkinan penyelesaiannya tidak bisa tepat waktu. Sebab, masih banyak bagian pasar yang harus diselesaikan dan dibenahi. ''Karena itu, saya mengajukan permohonan perpanjangan selama satu bulan. Daripada dipaksakan dan pekerjaan asal-asalan, lebih baik diundur,'' kata Pimpinan Kegiatan (Pimket) Pembangunan Pasar Sunggingan, Drs Suratno, kemarin. Sesuai dengan perjanjian kontrak, lima belas hari sebelum batas akhir selesainya bangunan, pelaksana pembangunan harus mengajukan permohonan perpanjangan kepada Dinas Pasar. Jika tidak, maka pelaksana pembangunan akan dikenakan denda yang besarnya mencapai Rp 13 juta/ hari. Suratno mengatakan, berdasarkan data yang ada, pelaksana pembangunan layak mengajukan perpanjangan pembangunan. Sebab, telah kehilangan 298 jam karena curah hujan tinggi. Selain itu, ada beberapa permintan tambahan bangunan dari paguyuban pedagang. Setelah dihitung, kehilangan 37 hari. ''Karena itu, kalau mengajukan permohonan perpanjangan pembangunan kepada pengguna dana, saya yakin akan disetujui,'' katanya. Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pasar Sunggingan, FX Djoeasto SE, mengatakan, permohonan perpanjangan pembangunan saat ini sedang dibahas, dan kemungkinan besar akan diajukan. Faktanya, sampai sekarang masih ada bangunan yang belum diselesaikan. Padahal, akhir Mei tinggal beberapa hari, sehingga kemungkinan kecil bisa selesai. Dibentuk Tim Terlepas selesai akhir Mei atau diperpanjang, telah dibentuk Tim 13 atau Tim Penataan Pedagang Pasar Induk Sunggingan. Tim itu terdiri atas Dinas Pasar, Paguyuban Pedang, Muspika, dan dinas terkait lainnya. Salah satu tugasnya adalah melakukan penataan di Pasar Sunggingan yang baru. Dia mengatakan, untuk bangunan toko bawah akan diisi 125 pedagang, dan toko atas 115 pedagang tetapi baru laku 97 toko. Adapun untuk lantai pertama akan digunakan non-sembilan bahan pokok, misalnya pakaian dan alat-alat rumah tangga. Lantai dua, prioritas utama pemegang Surat Izin Dasaran Tetap (SIDT) sebanyak 1.200 orang. Kemudian, pemegang Surat Dispensasi Dasaran Sementara (SDDS) sebanyak 400 orang. Untuk lantai tiga, pendatang baru yang jumlahnya mencapai 625 orang. Dengan demikian, semua pedagang masuk pasar. Peresmian pasar itu, direncanakan dilakukan oleh Gubernur Jateng, H Mardiyanto, dan dimeriahkan dengan pergelaran wayang kulit oleh dalang Ki Anom Suroto Pasar Sunggingan dikerjakan oleh PT Karya Bayu Bangun Perkasa, Semarang. Adapun nilai kontrak atau biaya pembangunannya Rp 12,7 miliar.(shj-55ha) |