| Selasa, 17 Mei 2005 | SALA |
Bantuan Siswa MundurKOTA - Pencairan bantuan khusus murid (BKM) ternyata mundur. Menurut Retno, Kepala Bagian Bisnis Keuangan dan Keagenan Kantor Pos Solo, pencairan dana bantuan pendidikan yang merupakan program kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minhyak (BBM) itu baru bisa dicairkan mulai Kamis (19/5). Informasi semula, bantuan tersebut bisa diambil di Kantor Pos sejak Senin (16/5) kemarin. Menurutnya, cek dari Pemerintah Pusat baru diterima Kantor Pos Solo, Sabtu (14/5). Karena itu, praktis cek tersebut baru bisa dicairkan paling cepat Senin (16/5) kemarin. "Karena perlu ada beberapa persiapan lagi, maka pencairan kepada sekolah-sekolah baru bisa dilakukan mulai 19 Mei nanti," kata dia kemarin. Adapun mengenai teknis pencairan dana senilai Rp 1.767.600.000 itu, lanjut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surakarta. Dana tersebut dikucurkan bagi 17.968 siswa di tingkat SD hingga SLTA, dengan jumlah bervariasi sesuai dengan jenjang pendidikannya. Secara terpisah, Kepala SD Kleco 2, Tukimin SPd, mengemukakan, pihaknya diminta mengajukan permohonan BKM bagi siswanya Jumat (13/5) lalu. Melalui formulir yang sudah disediakan, dia mengajukan 20 siswa untuk mendapatkan bantuan tersebut ke Dispora. Namun, yang disetujui hanya sembilan anak. "Pengajuannya sudah sesuai dengan mekanisme, tapi kapan cairnya saya belum tahu. Biasanya ada pemberitahuan dari Dispora ke sekolah, untuk mengambil bantuan itu ke Kantor Pos. Pada tahun lalu Rp 10.000/siswa/bulan, dengan jangka penerimaan mulai Januari hingga Juni. Saya kira SD lain juga begitu," ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dikpora Surakarta, Drs Kuswanto MM, menjelaskan, besarnya BKM dipastikan untuk siswa SD Rp 10.000/bulan, SMP Rp 20.000/ bulan, dan siswa SMA Rp 25.000/ bulan. Penerimaannya kepada setiap siswa per satu semester atau enam bulan sekaligus, yakni Januari sampai Juni 2005 melalui Kantor Pos. Sebelumnya, dia memperkirakan bantuan yang akan turun untuk siswa SD/SLB/MI tersebut senilai Rp 15.000/bulan/siswa, SMP/MTs/SMLB Rp 30.000/ bulan/anak, dan SMA/MA Rp 37.500/bulan/anak. Tidak Naik Dengan demikian, total bantuan yang diterima untuk setiap siswa SD Rp 60.000, siswa SMP Rp 120.000 per anak, dan SMA Rp 150.000 per anak. Jumlah itu, lanjut Kasubdin Bina Program Dispora, Masykuri, tidak mengalami kenaikan dibandingkan dengan bantuan serupa pada periode Juni-Desember 2004. Mengenai nilai bantuan, Kuswanto mengakui bahwa nilai itu merupakan standar minimum pendidikan pada setiap tingkat, yang hanya mencakup uang sekolah dan pengadaan buku. "Dana itu memang cuma standar minimal pendidikan, namun cukup kalau hanya untuk membayar SPP dan kebutuhan sekolah. Tapi kalau untuk membeli seragam dan transportasi ke sekolah, jelas tak cukup," lanjutnya. Jumlah siswa di Surakarta yang akan mendapat BKM sebanyak 17.968 orang. Perinciannya, 8.396 siswa SD/MI/SLB dengan jumlah alokasi dana sebesar Rp Rp 503.760.000, 5.482 siswa SMP/ MTs/SMLB dengan alokasi dana Rp 657.840.000, serta 4.090 siswa SMA/MA dengan alokasi dana Rp 606.000.000. "Tujuan pemberian bantuan itu, adalah untuk menyelamatkan siswa yang terancam putus sekolah dengan alasan ekonomi. Selain itu, juga memberi kesempatan yang lebih luas kepada siswa kurang mampu untuk memperoleh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi," paparnya. (G18,D11-18ha) |