| Selasa, 17 Mei 2005 | SALA |
Curi Motor, Penarik Becak DitembakBANJARSARI - Wagimin (33) alias Mogol, warga Cawas, Klaten, kemarin ditangkap anggota Polsekta Banjarsari, Solo, karena diduga melakukan pencurian sepeda motor. Penarik becak itu terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanannya, karena mencoba kabur saat akan ditangkap. "Tersangka tidak mau berhenti, ketika dicegat oleh anggota kami," kata Kapolsekta Banjarsari, AKP Sayid, kemarin. Pencarian yang dipimpin Ipda Sutoyo, Kanit Resintel Polsekta Banjarsari, menemukan tersangka setelah sejumlah warga Kalioso, Karanganyar, memberitahukan keberadaan Wagimin. "Dia kami cegat di jalan Purwodadi-Solo, tepatnya di daerah Kalioso. Meski diadang sejumlah petugas, pelaku mencoba kabur. Karena itulah, tembakan terpaksa dilepas untuk melumpuhkannya," kata Sutoyo. Wagimin mengatakan, sebenarnya tidak ada niat melakukan pencurian sepeda motor milik Prima, warga Laweyan, yang diparkir di halaman Play Station Cybergame Jalan Kebangkitan Nasional. Niat jahatnya timbul, karena beberapa hari terakhir hasil narik becaknya jeblok. "Uang yang saya bawa pulang tidak pernah cukup untuk membiayai hidup sehari-hari. Padahal istri saya tengah hamil," kata bapak satu anak itu, kemarin. Secara kebetulan, dia yang sehari-hari nongkrong bersama becaknya di dekat lokasi play station itu menemukan konci motor Yamaha Vega R milik Prima. Diakui pula, korban adalah langganan Cybergame yang sudah dikenalnya. "Kunci itu sengaja saya simpan selama tiga minggu. Saya tahu, dia sering bermain di tempat itu. Karena itu, setelah ada kesempatan, saya mencoba membawanya kabur," paparnya. Setelah membawa kabur motor Vega R AD-5438-HA, pelaku mencoba menjualnya. Dia kemudian meminta jasa rekannya, Dompol, untuk menjualkan sepeda motor hasil curian itu. "Sebelum kendaraan dijual, plat nomor polisi (nopol) saya ganti dengan nopol palsu. Namun saya keburu ditangkap, sebelum motor itu laku. Saya sempat menawarkan motor itu seharga Rp 2,5 juta," katanya.(G11,san-18ha) |