| Selasa, 17 Mei 2005 | PANTURA |
Sejumlah Lelang Proyek Bakal Tertunda
SLAWI - Pencurian 11 CPU komputer dan sebuah notebook di ruang Cipta Karya dan Bina Program DPU Kabupaten Tegal, Sabtu (14/5) dini hari, berdampak pada penundaan jadwal lelang sejumlah proyek. Penundaan itu terjadi karena sejumlah data teknis proyek, berada di CPU komputer dan notebook yang disikat kawanan pencuri. Karena itu, staf dan pimpinan di Bidang Cipta Karya dan Bidang Bina Program bekerja ekstrakeras menyusun data teknis dan administrasi untuk menghadapi pelaksanaan lelang sejumlah proyek. Kepala Bidang Cipta Karya Ir Sudaryono dan Kepala Bidang Bina Program Ir Tontjo Harjo sangat terpukul atas pencurian tersebut. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPU Kabupaten Tegal Ir Agus Sunarto MM, sejumlah data primer yang menyangkut pelaksanaan pekerjaan mendesak sejumlah proyek, tengah dikumpulkan. "Kami sangat kerepotan menyusun ulang data-data yang hilang tersebut. Ini tidak bisa selesai dalam waktu satu sampai dua hari. Namun lebih dari satu minggu. Jadi mungkin lelang sejumlah proyek akan tertunda," tutur Agus tanpa menjelaskan lelang proyek apa saja yang bakal tertunda. Secara terpisah, Bupati Agus Riyanto SSos MM mengatakan, pihaknya dapat memahami kondisi yang dialami DPU. Kalaupun lelang sejumlah proyek terpaksa tertunda, semata karena ada masalah lain di luar jangkauan bawahannya. "Mereka sudah bekerja ekstrakeras. Menyusun persiapan lelang sejumlah proyek. Namun data yang disimpan di komputer hilang dicuri. Ini kan repot," tandas Bupati yang turut prihatin atas pencurian di instansi tersebut. Olah TKP Sementara itu, personel dari Unit III Satreskrim Polres yang dipimpin Kanit III Aiptu Suradi, terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah telapak kaki pencuri yang membekas di tembok sebelah utara dicermati dengan seksama. "Arah telapak kaki ini juga menjadi petunjuk ke mana kawanan pencuri lari meninggalkan kantor DPU setelah menyikat komputer," tutur dia. Hasil dari olah TKP dan penelusuran jejak langkah pencuri, petugas menemukan kotak kerangka CPU yang dibuang di tengah areal persawahan. Yakni di sebelah utara kantor. Kotak kerangka itu sengaja dibuang karena cukup merepotkan untuk dibawa. Menurut Kapolres AKBP Drs Pambudi Pamungkas SH, cara-cara yang dilakukan kawanan pencuri yang mengambil bagian dalam CPU dan membuang kotak kerangkanya, menunjukkan pelaku pencurian sudah profesional. "Pencurinya berarti tahu komputer dan bagaimana dia akan menjualnya. Tidak usah repot-repot membawa CPU dengan wadah yang besar. Namun cukup diambil bagian dalamnya," tandas Kapolres Tegal, kemarin. Sebelumnya diberitakan (SM, 15/5), kawanan pencuri yang diperkirakan berjumlah delapan orang membobol Kantor DPU. Mereka menyikat 11 CPU komputer, satu notebook, LCD (1), CD writer dan printer (1). Pencuri masuk ke kantor itu saat dua penjaga, Heri dan Bawon tertidur lelap. Keduanya baru mengetahui kantor dibobol sekitar pukul 06.00, saat membuka ruang Bidang Cipta Karya. Kerugian akibat pencurian itu ditaksir Rp 188,7 juta.(D12-52m) |