| Selasa, 17 Mei 2005 | PANTURA |
Jateng Jadi Sasaran PTS Jatim dan DIYPEKALONGAN- Wilayah Provinsi Jawa Tengah beberapa tahun terakhir ini menjadi sasaran perguruan tinggi swasta dari Jawa Timur dan DIY untuk membuka kuliah kelas jarak jauh. Kopertis Wilayah VI sudah memberikan peringatan kepada perguruan tinggi yang bersangkutan, namun ternyata tidak diindahkan. "Kewenangan menutup kuliah itu ada pada Dirjen Dikti," kata Sekretaris Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Martono SH ketika ditemui Suara Merdeka saat wisuda sarjana Universitas Pekalongan (Unikal) di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Sabtu (14/5). Hadir dalam wisuda itu Rektor Unikal, Prof Dr Esmi Warassih SH MS dan tamu undangan. Wisuda diikuti 203 sarjana dari empat fakultas. Fakultas Hukum 116 orang, Fakultas Ekonomi (54), Fakultas Pertanian (17), dan Fakultas Perikanan (16). Dengan wisuda kali ini, maka Unikal sudah meluluskan 2.747 sarjana. Menurut Martono, kini PTS yang mengadakan kuliah kelas jarak jauh terjadi di wilayah Kendal dan Pemalang. Berkali-kali Kopertis mengingatkan tetapi tidak ada hasilnya. "Mereka melakukan itu semata-mata mencari mahasiswa untuk menopang kehidupan PTS tersebut," katanya. Namun di sisi lain, Martono tidak membantah jika kelas jauh itu juga memang diinginkan dari mahasiswa di daerah yang jauh dari perkotaan. Mereka menginginkan kemudahan mendapatkan ilmu pengetahuan, namun kesulitan karena sudah bekerja di daerahnya. Pada saat seperti itu, berdatangan PT yang mau melayani, sehingga kenyataan tesebut akhirnya dilakukan di daerah-daerah." Yang jelas, tuturnya, dalam upaya mencari perguruan tinggi, Martono berharap calon mahasiswa mencari PT yang kualitasnya terjamin. Sebab dengan kelas jauh, maka kualitasnya masih dipertanyakan. Berkaitan dengan mutu lulusan perguruan tinggi, Martono merespons positif bagi PTS yang akan mengadakan program unggulan seperti direncanakan Unikal. "Saya mendukung Fakultas Hukum Unikal yang akan membuka program excellent." (A15-44s) |