| Selasa, 17 Mei 2005 | PANTURA |
Jampi Tobat Tarik Perhatian VSOKAJEN- Aktivitas masyarakat di Desa Tambakroto, Kajen, Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam jaringan masyarakat peduli tanaman obat (Jampi Tobat), menarik perhatian Voluntary Service Ofersise (VSO), sebuah lembaga internasional yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya lingkungan. Lembaga itu bahkan bersedia memberikan bantuan dana untuk pengembangan tanaman obat. Sejak setahun lalu, warga Tambakroto mendirikan Jampi Tobat sebagai wadah untuk bersama-sama mengelola potensi tanaman obat yang banyak tersedia di desa itu. Inisiatif tersebut mengundang ketertarikan VSO-Indonesia untuk mendukung sejumlah pendanaan bagi pengembangan kegiatan, antara lain untuk peningkatan kapasitas kelembagaan, uji coba tanaman obat di lahan hutan 1,5 ha, pengembangan apotik hidup PKK, dan pengembangan taman bacaan desa. Untuk mendukung berbagai kegiatan tersebut, Jampi Tobat belum lama ini menggelar pelatihan manajemen pengelolaan sumber daya alam. Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus perwakilan Jampi Tobat, Mashudi Saían SAg menandaskan, pelatihan tersebut digagas untuk mengupayakan gerakan optimalisasi pengelolaan potensi dan aset alam bagi peningkatan ekonomi secara berkelanjutan. Pelatihan Untuk mewujudkan optimalisasi pengelolaan SDA yang berkelanjutan, diperlukan manajemen yang baik. "Dengan pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas warga Desa Tambakroto, dalam mengelola aset dan potensi alam secara berkelanjutan," ucapnya. Pelatihan yang digelar di Balai DesaTambakroto dan diikuti 30 peserta tersebut, difasilitasi Forum Komunikasi PHBM Kabupaten Pekalongan, LSM Komuniti Forestri, Public Area Service, dan beberapa psikolog sosial asal Kabupaten Pekalongan. Hasil dari pelatihan tersebut antara lain merekomendasikan akan perlunya peningkatan pengetahuan. Seperti pengolahan aset alam bagi kegiatan produksi.(G16-17s) |