| Selasa, 17 Mei 2005 | PANTURA |
Pelayanan Gawat Darurat Diminta Lebih ProfesionalKAJEN- Harus ada persamaan persepsi dalam menangani pasien gawat darurat, khususnya di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Jika tidak, penderitalah yang dirugikan. Karena itu, upaya pelayanan di bidang kesehatan harus ditingkatkan. Pelayanan harus dilakukan secara profesional. Hal itu diungkapkan Direktur Badan Pengelola (BP) RSUD Kraton, dokter Pradipto Lunggono Sp THT seusai membuka pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) di aula RSUD tersebut, Senin (16/5). Latihan gelombang pertama lima hari (16-20 Mei) itu diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Kerja Sama (Baker) Penanggulangan Gawat Darurat Medis dan Bencana Massal "Persi" Yogyakarta sebagai instruktur. Latihan tahap kedua direncanakan mulai 20-24 Juni 2005 mendatang. Selain meningkatkan pelayanan di bidang medis, kata Pradipto, peserta bisa meningkatkan keterampilan dalam penanganan penderita gawat darurat. Dokter Teguh Imanto SpB, selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan, peserta latihan 45 orang yang terdiri atas kelompok medis 25 orang dan paramedis 20 orang. Mereka berasal dari RSUD dan RSU swasta di Kota/Kabupaten Pekalongan, Batang, Pemalang, Kota/Kabupaten Tegal, dan Brebes. Termasuk PMI cabang Pekalongan dan RS Siti Khotijah Kota Pekalongan. Peserta yang dinyatakan lulus berhak mendapat sertifikat PPGD yang digunakan sebagai persyaratan dokter, perawat, dan bidan yang menjadi tim kesehatan haji Indonesia (TKHI). Sebanyak 12 pakar medis memberikan pembekalan, antara lain dokter Adam Suyadi SpB MM, dokter Hendro W SpB KD, dan Dr Bambang Suryono Sp AnK Inc.(P57-44s) |