logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Mei 2005 PANTURA
Line

Ribuan Pedagang Pindah ke Banjarsari

  • Didesak Pemkot

PEKALONGAN- Setelah didesak oleh Pemkot Pekalongan, akhirnya 4.014 pedagang Pasar Patiunus dan Pasar Banjarsari yang menempati pasar darurat di lapangan Sorogenen meninggalkan tempat dagangnya.

Selanjutnya lokasi pasar darurat itu akan dikembalikan fungsinya untuk lapangan olahraga.

Beberapa pedagang yang ditemui kemarin menuturkan, berkaitan dengan pindahan itu, Pemkot sebelumnya sudah memberikan edaran kepada seluruh pedagang di pasar darurat dan Patiunus agar segera menempati Pasar Banjarsari, paling lambat 15 Mei 2005. Meski semula mereka keberatan, akhirnya kemarin lokasi berjualan di lapangan Sorogenen dan Pasar Patiunus sudah dikosongkan.

Meski pedagang meninggalkan pasar darurat, kenyataannya Pasar Banjarsari yang dibangun dengan dana Rp 79 miliar itu belum digunakan berjualan oleh para sang pemilik. Baru sebagian kecil kios yang ditempati pedagang. Mereka pada umumnya masih menyempurnakan kios masing-masing dengan meninggikan lantai. Diperkirakan dalam sepekan, mereka sudah berjualan di tempat baru.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Pekalongan, Drs Abdul Kholiq Atmahares SH yang ditemui di ruang kerjanya menuturkan, kepindahan pedagang ke Pasar Banjarsari itu merupakan keinginan mereka yang sudah setahun lebih menempati pasar darurat.

Meski demikian, di lokasi yang baru mereka tidak mau langsung berjualan. Sebab, kondisi kios belum sesuai dengan keinginannya. Mereka masih menyempurnakan kios berkaitan dengan peninggian lantai, perbaikan eternit serta masalah lain. "Diperkirakan, tidak lama lagi pasar sudah dipenuhi pedagang, sehingga akan ramai pembeli seperti dulu," katanya.

Kesepakatan

Dari 4.014 pedagang itu, terbagi di tiga lantai. Lantai pertama untuk sandang (1.128 pedagang), lantai kedua untuk sembako (1.756 pedagang), dan lantai tiga (sayur mayur) 1.130 pedagang.

Menurut dia, setelah pedagang masuk ke dalam pasar, kini Pemkot bersama pedagang membentuk kesepakatan untuk menjaga agar di luar pasar tidak digunakan untuk berjualan lagi. Sebab jika ada seorang pedagang berjualan di luar pasar tetapi dibiarkan, akan membuat iri orang lain untuk ikut berjualan.

"Kami berharap di luar pasar tetap dikosongkan, kecuali untuk parkir. Dengan demikian, Jalan Sultan Agung depan pasar ataupun jalan yang mengitari bangunan pasar bisa digunakan untuk lalu lintas umum," katanya.

Mengenai pasar darurat yang kini dikosongkan, menurut Kholiq, fungsinya akan dikembalikan menjadi lapangan olahraga. Karena itu, bekas bangunan untuk 3.675 pedagang itu kini sudah dibeli oleh Ahmad Shodik dari Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan. "Lelaki itu dinyatakan sebagai pembeli dengan menawar tertinggi senilai Rp 157,5 juta."

Karena itu, aset pasar darurat itu akan diangkut pembelinya dalam waktu dekat ini. "Mungkin pembeli itu sekarang belum bisa membongkar, sehingga pintu pasar darurat dikunci rapat agar tetap aman," ujarnya.

Semula, kata dia, pembeli berjanji akan membersihkan lingkungan pasar darurat. Namun akhirnya, dia keberatan karena untuk pembersihan lingkungan dinilai sangat berat. Karena itu, bagaimana pembersihan nanti masih akan dipikirkan kemudian.

"Yang jelas, Lapangan Sorogenen yang digunakan untuk pasar darurat tersebut, dalam waktu dekat fungsinya akan dikembalikan seperti semula." (A15-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA