| Selasa, 17 Mei 2005 | PANTURA |
Pengedar Kupon Togel DitangkapPEMALANG - Perjudian berupa kupon toto gelap (togel) yang sudah lama dilarang beredar di wilayah Polda Jateng, kini ditengarai muncul kembali di Pemalang. Petugas Reskrim Polres segera bertindak cepat dan menangkap dua tersangka, baru-baru ini. Penyakit masyarakat itu belakangan ini ditengarai muncul di Randudongkal, Ampelgading, Pemalang, Petarukan, dan Comal. Peredarannya belum banyak yang tahu, karena dilakukan sembunyi-sembunyi dan hanya orang tertentu saja yang tahu. Berdasarkan laporan masyarakat, tindak kejahatan yang belum meluas itu akhirnya bisa terungkap. Setelah menerima laporan, polisi terus melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang diperkirakan untuk penjualan kupon togel, di antaranya di warung remang-remang dan rumah yang tersembunyi dari perhatian orang. Setelah mencari sekian lama, akhirnya ditemukan dua orang yang sedang menjual kupon itu di Petarukan. Mereka langsung dibekuk dan diamankan barang bukti berupa uang, buku kupon, dan kertas rekapan. Kedua tersangka yang ditangkap adalah Sukirman (25), warga Dukuh Kaliwungu RT 10 RW 1, Desa Kalirandu, Petarukan dan Sudarto (55), warga Desa Tegalmlati RT 5 RW 3. Kapolres Pemalang AKBP Drs Koeshartono lewat Kasat Reskrim AKP Suwandi menjelaskan, kedua tersangka kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedangkan barang bukti yang disita adalah kupon putih berlogo BS (Bima Sakti) sebanyak 20 buku yang sudah laku terjual, kupon kosong (belum terjual) sebanyak 80 buku, selembar kertas rekapan, dan uang tunai Rp 135.000. Disebarkan Pengepul Kupon togel BS tersebut diduga disebarkan oleh seorang pengepul yang berasal dari Ampelgading. Sedangkan pusat pemutaran nomor kuponnya berada di Jakarta. Para pembeli kupon itu akan mendengarkan berita nomor yang ke luar dari seseorang yang ditugaskan pukul 00.30. Kupon dijual seharga Rp 1.000/kupon, namun dalam taruhannya pembeli bisa memasang lebih dari Rp 1.000. Ciri-ciri kupon itu berwarna putih dan di tengahnya ada tulisan huruf BS. Masyarakat yang mengetahui hal itu diminta segera melapor ke pihak berwajib terdekat agar pelakunya segera ditindak tegas. "Setelah kedua tersangka tertangkap, saya kira peredaran kupon togel sudah tidak ada lagi di Pemalang, karena pengepul atau bandarnya sudah melarikan diri ke Jakarta dan masih dalam pengejaran," katanya kemarin. Kedua tersangka yang ditangkap dalam pemeriksaan mengaku, sudah dua hari mengedarkan dan terjual ratusan kupon togel BS. Mereka hanya menerima upah dari menjual kupon. Sedangkan bandarnya berada di Jakarta. (sf-37) |