| Selasa, 17 Mei 2005 | PANTURA |
PLN Sulit Pantau Kawat NetralTEGAL- Kasus pencurian kawat listrik di wilayah Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, mendapat perhatian serius dari PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Kota Tegal. Usai berkoordinasi dengan pihak Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Randudongkal, kemarin Humas PLN Dwi Purnomo SE mengakui pihaknya merasa kesulitan memantau keberadaan kawat yang dicuri tersebut. Dia mengatakan, barang bukti yang dicuri para pelaku merupakan kawat netral. "Memang, kalau yang dicuri kawat netral itu sulit dipantau. Kejadian tersebut sering terjadi di wilayah APJ. Makanya, kami mengimbau kepada masyarakat kalau ada oknum yang mencurigakan memanjat tiang listrik harap melapor," ujarnya. Menurut dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala UPJ Rondudongkal Sutrisno, pihaknya memastikan tindakan pencurian tersebut tidak berdampak pada aliran listrik. "Kami sudah menghubungi Polsek setempat, tiga desa itu listriknya menyala. Jadi, tetap normal seperti biasa," katanya. Seperti diberitakan (Suara Merdeka,16/5), kawanan pencuri yang beraksi di wilayah hukum Polres Tegal, tidak hanya mengobrak-abrik fasilitas perkantoran. Tiga desa di Kecamatan Jatinegara, yakni Dukuh Bangsa, Lembahsari, dan Wotgalih kini dibuat gelap gulita gara-gara ratusan kawat listrik bertegangan tinggi juga turut disikat. Sementara itu, ketika ditanya mengenai kerugian, Dwi Purnomo mengatakan, pihaknya belum melakukan inventarisasi. "Memang, kasus pencurian kawat netral itu sering terjadi. Jumlahnya kami belum melakukan inventarisasi," jelasnya. (G12-37) |