logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Mei 2005 PANTURA
Line

Setoran Air Nyasar, Kerugian Ratusan Juta

  • Rp 36 Juta Masuk ke Kota Tegal

SLAWI - Retribusi air bawah tanah (ABT) yang nilainya ratusan juta rupiah dan seharusnya masuk ke kas Kabupaten Tegal, ternyata "nyasar" ke kas Kota Tegal.

Kebocoran retribusi itu terungkap kemarin ketika Komisi B DPRD Kabupaten Tegal menggelar dengar pendapat dengan PDAM, PDAB, dan produsen air mineral dalam kemasan PT Lumut Mas Interindo.

Dalam dengar pendapat itu, Sayuti dari Bagian Umum perusahaan air mineral tersebut mengungkapkan, selama ini perusahaannya menyetor retribusi ABT ke PDAM Kota Tegal.

Jumlah setoran yang diberikan Rp 36 juta/tahun, antara lain retribusi itu untuk membayar air 120.000 m3/bulan. Retribusi air sebanyak itu jika dirupiahkan sebesar Rp 3 juta/ bulan. "Nah, kalau setahun, kami membayar retribusi Rp 36 juta," ujar Sayuti.

Keterangan yang diberikan perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi itu mengejutkan Ketua Komisi B, MG Marhaenismanto, dan sejumlah anggota komisi itu.

Ratusan Juta Rupiah

Apalagi juga terungkap, komisi yang membidangi pendapatan tersebut memperoleh informasi tentang banyaknya perusahaan air mineral dalam kemasan di Kabupaten Tegal yang menyetorkan retribusi ABT ke daerah lain. "Dengan demikian, kerugian Pemkab bisa ratusan juta rupiah," tutur Ony, panggilan akrab MG Marhaenismanto.

Dia menengarai, PT Lumut Mas Interindo telah menyetorkan retribusi ke daerah lain selama bertahun-tahun. Kondisi serupa, kemungkinan pula terjadi di perusahaan-perusahaan lain.

Dia belum mendapatkan data sejak kapan setoran seperti itu mulai dilakukan. Akan tetapi, lanjut dia, hal tersebut bisa dihitung sejak PDAM Kabupaten Tegal berpisah dari PDAM Kota Tegal.

"Dalam waktu dekat, kami akan merundingkan masalah ini dengan PDAM Kota Tegal untuk mencari solusi terbaik."

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kabupaten Tegal Ir Taufan Edi Raharjo didampingi Direktur Utama PDAB Ir Kuntoro mengemukakan, kapasitas produksi air bersih daerahnya 110 liter/detik. Untuk kebutuhan daerahnya hanya 90 liter/detik. Air sebanyak itu untuk melayani lebih dari 8.700 pelanggan. "Sisanya, 20 liter/detik, dijual ke daerah lain seperti untuk Kota Tegal," kata dia. (D12-17hj)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA