| Selasa, 17 Mei 2005 | SEMARANG |
Penyakit Jantung Bisa Dideteksi DiniSEMARANG - RS Roemani Muhammadiyah Semarang, selama tiga hari menyelenggarakan pelatihan Elektrokardiogram (EKG) untuk kali ketiga. Acara yang diadakan di Aula Lt III Jl Wonodri 22 itu, dimulai sejak Kamis-Sabtu (12-14/5). Pelatihan yang dilaksanakan tiap tahun tersebut, diikuti 48 orang peserta yang dari Kota Tegal, Brebes, Jepara, Pati, dan Semarang. Mereka terdiri atas dokter swasta maupun negeri, balai pengobatan, klinik, dan puskesmas se-Jateng. Pelatihan diisi dengan mendatangkan para pengajar dari Persatuan Dokter Spesialis Kardiovasculer Indonesia (PERKI) Cabang Semarang. Di hari pertama dijelaskan, EKG adalah rekaman denyut jantung yang terproyeksikan ke suatu bidang berpotensi elektrik di permukaan tubuh. Tanda-tanda kelainan EKG yang terekam, hanya perbedaan potensial elektrisnya. Pemeriksaan EKG dapat berguna sebagai marka independen penyakit jantung miokardinal atau kelainan jantung yang berhubungan dengan hemo dinamik, anatomic, moleculerionic dan dapat memberi keterangan yang sangat penting untuk menegakkan diagnosis dan terapi problematik penyakit jantung. Di hari ketiga, Sabtu (14/5), peserta diberi pelatihan praktik penanganan diagnosa penyakit jantung yang dipandu oleh dokter Ari Bachtiar SpPD KKV. Tujuannya untuk mendiagnosis penyakit jantung dengan melihat pada aktivitas detak jantung. Dengan analisis seperti itu, pasien penyakit jantung bisa terdeteksi lebih awal, dan kerja dokter pun bisa terbantu. "Nilai diagnotis semacam itu bisa mendeteksi gangguan irama jantung yang sering menyebabkan kematian," terangnya. (fzm-50ha) |