| Selasa, 17 Mei 2005 | EKONOMI |
23 Mei-6 Juni Pasokan Listrik Berkurang
SEMARANG-Pelanggan listrik di wilayah Jawa-Bali mulai 23 Mei hingga 6 Juni 2005 diminta mengurangi penggunaan listrik, karena pada saat itu dilakukan penyambungan pipa gas di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Priok. ''Pekerjaan tersebut menyebabkan pasokan listrik sistem Jawa-Bali untuk sementara berkurang, sehingga agar tidak terjadi pemadaman pelanggan diminta menghemat pemakaian listrik secara menyeluruh," kata Ir M Budisusilo, Manajer PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Semarang di sela-sela temu pelanggan industri di Rumah Makan De Koning Jalan Pemuda Semarang, kemarin. Pelanggan rumah tangga, lanjut dia, diminta mengurangi pemakaian listrik paling sedikit 50 watt, sedangkan pelanggan industri diharapkan menggunakan genset, terutama pada saat beban puncak berlangsung pada pukul 17.00-22.00. Pembangkit Listrik Muara Karang dan Tanjung Priok yang menggunakan bahan bakar gas, kata dia, kelak menghasilkan daya listrik 1.600 mega watt (MW). Perinciannya Muara Karang 500 MW dan Tanjung Priok 1.100 MW. ''Dengan demikian daya listrik yang dimiliki sistem Jawa-Bali akan naik dari 18.000 MW menjadi sekitar 19.600 MW,'' tuturnya. Ia menambahkan pemakaian listrik pada beban puncak di wilayah Jawa-Bali saat ini naik-turun di kisaran 14.800 MW. Pada saat dilakukan penyambungan pipa Pembangkit Listrik Muara Karang dan Tanjung Priok daya listrik yang tersedia hanya sekitar 14.500 MW. "Jika para pelanggan tidak mau menghemat listrik akan terjadi pemadaman secara bergiliran," tegasnya. Daya yang digunakan pada saat beban puncak di Area Semarang, menurut dia, rata-rata mencapai 2.244 MW. Jumlah pelanggan listrik rumah tangga di Semarang tercatat 835.000, sedangkan di Jateng 5,9 juta pelanggan. Dilematis Wanda dari Hotel Grand Candi menyatakan rencana pengurangan daya listrik jelas dilematis bagi bisnis perhotelan. Sebab, pada tanggal tersebut diperkirakan tingkat hunian tinggi, sedangkan untuk meminta tamu mengurangi daya listrik jelas tidak mungkin. ''Kami berharap PLN memberi penjelasan, berapa jatah daya listrik yang bisa kami peroleh pada saat itu sehingga bisa diantisipasi,'' ujarnya. Primardi dari LP2K Semarang berharap PLN menyosialisasikan penghematan pemakaian listrik kepada seluruh pelanggan, tidak hanya pelanggan besar atau industri. (G2-27) |