logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Mei 2005 EKONOMI
Line

Pengembang Dukung BTN Jadi Syariah

JAKARTA- Asosiasi pengembang rumah sederhana dan sangat sederhana (Apersi) mendukung langkah BTN mengkonversi menjadi bank syariah sepenuhnya.

''Kita harus bisa meyakinkan konsumen bahwa bank syariah lebih bermanfaat bagi debitur atau nasabah perumahan,'' kata Ketua Apersi Fuad Zakaria usai bertemu direktur utama BTN Kodradi di Jakarta kemarin. Rencana konversi kembali dikemukakan Kodradi di hadapan pengurus pengembang rumah susun sederhana dan sangat sederhana baru-baru ini.

Fuad yang mengaku pernah berhubungan dengan bank syariah dan amat memahami karakter akad atau produk bank syariah. ''Bank syariah tidak berpatokan pada suku bunga bank. Pada bank syariah, sepanjang kontrak antara nasabah dan bank berjalan, tak akan ada kenaikan harga,'' paparnya.

Situasi ini, lanjut dia, berbeda dengan bank konvensional di mana nasabah dan bank hanya sepakat untuk pembiayaan perumahan tapi dengan suku bunga mengambang.

Jika suku bunga bank berubah, maka cicilan atau bunga bank yang harus ditanggung nasabah juga berubah. Di mana dengan sistem tersebut, pembiayaan di bank syariah lebih stabil.

Hal itu, menurut dia, menguntungkan debitur atau nasabah pembeli rumah karena harganya tetap. Dengan kondisi itu juga, nasabah bisa mengatur keuangannya lebih baik. Bagi pengembang pun, sambung dia, akad syariah lebih menguntungkan. Kredit konstruksi dari bank syariah bisa menggunakan beberapa opsi akad. Dengan harga yang tetap, rencana yang diatur pengembang lebih rapi sehingga penetapan harga pun stabil.

Bagi dirinya, sambung dia, yang menjadi kendala adalah masih kurangnya pemahaman akan transaksi di perbankan syariah. ''Bank syariah itu punya pelayanan sama dengan bank lain. Hanya saja ini lebih stabil dan menguntungkan,'' katanya.

Jika mendasari pada benefit, menurut dia tak ada alasan untuk menolak bergabung dengan bank syariah. Menurut dia kelompok yang belum paham transaksi syariah terdiri dari dua bagian yakni non-Muslim dan umat Islam yang belum mengerti. ''Kepada mereka yang harus dikedepankan adalah unsur benefit bukan agama.''

Dengan kondisi seperti ini tambah dia, akan lebih bermanfaat jika BTN dikonversi ke syariah dan bukan dimerger. Sebab, pembiayaan perumahan yang dilakukan BTN umumnya untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Di sini juga lebih cocok dengan skim syariah karena konsep keadilan. Sementara bila dimerger, kredit perumahan hanya akan menjadi unit yang jika satu saat tidak menguntungkan akan ditutup Juni. (bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA