| Selasa, 17 Mei 2005 | EKONOMI |
BI Terus Menyerap LikuiditasSEMARANG- Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus melakukan penyerapan dana segar atau likuiditas untuk menekan harga-harga tetap stabil. Langkah itu dilakukan agar target inflasi dapat terpenuhi. Bulan lalu, imbas kenaikan harga BBM memengaruhi angka inflasi hingga 0,07%. Sejumlah cara yang diambil itu meliputi operasi pasar terbuka (OPT), intervensi valas, dan menurunkan posisi devisa neto (PDN) dari 30% menjadi 20%. Beberapa langkah tersebut dilakukan oleh BI pusat. ''Dengan kebijakan itu diharapkan supaya harga-harga dapat stabil sehingga berpengaruh terhadap kesempatan wiraswasta atau investasi. Baik, investor dalam negeri maupun pemodal asing,'' tegas Amril Arief, Pimpinan Bank Indonesia Semarang mengenai hasil survei konsumen pada Bulan April, kemarin. Menurut dia, kepercayaan masyarakat cenderung membaik terhadap harapan pertumbuhan ekonomi. Hal itu menunjukkan bahwa mereka mulai dapat menyesuaikan diri terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak pada bulan Maret lalu. Kondisi tersebut tentu saja menguntungkan lantaran akan berimbas terhadap iklim investasi yang kondusif. ''Kebijakan yang harus diambil pemerintah saat ini adalah menciptakan kinerja yang aparat pemerintah dengan dukungan peraturan yang menjamin kepastian hukum. Saat ini, indeks keyakinan konsumen (IKK) terus menuju ke arah positif. dari 88,28 menjadi 90,11. Hasil ini terkait dengan upaya pemerintah meminimalkan dampak kenaikan BBM,'' jelas dia. (H12-59) |