| Selasa, 17 Mei 2005 | EKONOMI |
Pusat Layanan UMKM Tingkatkan Daya SaingPURWOKERTO-Bank Indonesia (BI) mendorong agar bank-bank umum memiliki unit pelayanan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) atau UMKM Center. Tujuannya agar mereka mempunyai daya saing dan mendapat respon positif dari masyarakat dan kalangan dunia usaha. Selain itu, BI juga mendorong peran Lembaga Penjamin Kredit (LPK) untuk membantu penjaminan kredit UMKM. Kepala Biro Kredit BI Ratna E Amiaty mengemukakan kelemahan yang dialami UMKM selama ini terutama persoalan pemodalan. Kekurangan modal menyebabkan usaha mikro tidak bisa tumbuh pesat. Persoalan UMKM selain modal, juga masalah jaminan. Karena itu perlu didorong adanya pembentukan LPK di daerah-daerah. ''Oleh sebab itu, perlu adanya pengembangan antara lembaga keuangan baik bank umum atau BPR serta lembaga mikro lainnya dengan tujuan memperluas jangkauan pelayanan,'' kata Ratna di sela-sela seminar yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerja sama dengan Kantor BI Purwokerto, kemarin. Menurut dia, hingga Maret 2005 jumlah kredit yang disalurkan perbankan untuk UMKM sebesar Rp 14,5 triliun. Jumlah tersebut, baru sekitar 24% dari total kredit yang disediakan perbankan senilai Rp 60,4 triliun. Tahun 2005, kredit yang bakal disalurkan perbankan senilai Rp 60,4 triliun. Masing-masing UMKM akan mendapat jatah 32% lebih. Penyaluran kredit tahun 2005 ini, ujar Ratna, juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2004. Meski baru terealisasi 24%, namun target kredit yang akan disalurkan sebesar Rp 60,4 triliun, mengalami peningkatan dibanding tahun 2004 yang jumlahnya Rp 38,5 triliun. ''Tahun 2004 lalu target kredit yang disalurkan sebesar Rp 38,5 triliun, namuan kenyataannya jumlah kredit yang keluar sebesar Rp 72,03 triliun atau mengalami lonjakan 178 %,'' jelasnya. (G22-59) |