| Selasa, 17 Mei 2005 | BUDAYA |
Diktator dari Segala ZamanPENCIPTA lakon Star Wars, George Lucas, sama sekali tidak menyinggung nama Presiden Bush dalam episode ketiga presekuel Star Wars. Namun, dia tampak sangat ingin mengutarakan pendapatnya tentang kebijakan AS terhadap Irak. Dia menegaskan bahwa kisah Star Wars itu dia tulis jauh sebelum Bush memerintahkan pasukan Amerika menduduki Irak. ''Ketika saya tulis cerita ini, Irak bahkan belum ada,'' kata Lucas bergurau. ''Kita sebenarnya telah mendanai Saddam Hussein dan memberinya senjata pemusnah massal. Saat itu, kita tidak mengira dia bakal menjadi musuh. Apa yang kita (maksudnya AS) lakukan di Irak sekarang mirip dengan tindakan kita dulu di Vietnam,'' kata Lucas. Trilogi itu didasarkan pada garis besar karya Lucas yang diciptakan pada pertengahan 1970-an, untuk tiga film Star Wars sebelumnya. ''Jadi, tema-temanya mungkin saja bersumber dari Perang Vietnam dan zaman Nixon-Watergate,'' kata Lucas. Dia kemudian berbicara tentang bagaimana negara demokrasi berubah menjadi kediktatoran. ''Mengapa setelah raja dan seluruh sistemnya digulingkan, Prancis malah diserahkan kepada Napoleon? Hal yang sama juga terjadi pada Jerman dengan kemunculan Hitler.'' Dia mengatakan tema-tema tentang demokrasi yang berubah menjadi kediktatoran berulang kali muncul di zaman yang berbeda. Isu-isunya juga mirip. Gambaran-gambaran semacam itu juga telihat dalam kisah Star Wars lama maupun yang baru. Dengan tokoh sentral Anakin Skywalker atau Darth Vader. (yahoo-Benu) |