logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Mei 2005 BANYUMAS
Line

Pengecer Cari Pupuk ke Luar Daerah

  • Atasi Kekurangan SP 36

PURWOKERTO- Kalangan pengecer pupuk di Banyumas tak kurang akal untuk mengatasi kekurangan SP 36 produksi PT Petrokimia. Mereka mencari order ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan petani.

Hal itu terungkap dalam inspeksi mendadak DPRD dan dinas terkait, kemarin. Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi B Ahmad Saeful Hadi. Acara diikuti anggota DPRD Nanang Kostrad dan Sri Hastuti serta utusan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UKM, serta Bagian Perekonomian Sekda.

Mereka mengecek ke sejumlah pengecer, distributor, dan kantor pemasaran wilayah Banyumas-Kedu di Wangon.

Saeful menyatakan beberapa pekan terakhir sejumlah pengecer kesulitan memperoleh pasokan pupuk. Pasokan dari distributor dan agen penyalur sangat terbatas. Padahal, permintaan petani meningkat.

''Untuk mengatasi mereka mengambil dari pengecer atau agen luar daerah yang masih memiliki seperti Purbalingga dan Banjarnegara,'' katanya.

Mereka menemui pengecer antara lain di Kecamatan Karanglewas, Cilongok, dan Wangon. Mereka juga menemukan harga di pasaran untuk pupuk bersubsidi itu Rp 1.700/kg. Padahal, harga eceran tertinggi yang ditentukan pemerintah Rp 1.400/kg.

''Harga naik bisa jadi karena kekurangan stok di pasaran. Kalau mengambil dari luar daerah pasti ada tambahan ongkos transportasi sehingga mereka menaikkan harga.''

Sudah Didistribusikan

Mereka juga mengecek gudang Distributor Petro di Wangon milik PT Gresik Citra Sejahtera (GCS). Distributor itu memasarkan di lima kabupaten, yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Rombongan tak bisa menemui pemimpin GCS, Agung W, dan Kepala Pemasaran Wilayah Banyumas-Kedu Gatot Suhadi. Mereka ditemui Kepala Gudang Ismail dan sejumlah staf kantor.

''Hasil pengecekan kami, stok di gudang tinggal 90 ton SP 36. Padahal, Mei ini kebutuhan sekitar 290 ton. Untuk mencari solusi kami berencana mengundang mereka ke DPRD, 26 Mei,'' ujar Saeful.

Gatot Suhadi sedang berada di Gresik karena cuti. Melalui telepon dia menyatakan berdasar laporan kepala gudang di Wangon, Ismail, stok pupuk kemarin sekitar 270 ton. Itu cukup untuk melayani permintaan lima kabupaten. Setiap hari pasokan pupuk pun datang.

''Mungkin saat anggota DPRD datang, pupuk sudah didistribusikan. Barang datang kan pagi hari, sedangkan mereka ke gudang siang hari,'' kata Gatot.

Dia menuturkan kebutuhan akan pupuk paling banyak dari Banyumas, Kebumen, dan sebagian Cilacap, khususnya bagian barat. Sebagian stok untuk daerah yang belum membutuhkan dialihkan ke daerah yang membutuhkan.

''Pupuk yang diambil pengecer ke Purbalingga juga dari distributor GCS. Cuma di Purbalingga ada subagen seperti Lima Sekawan,'' ujarnya.

PT Petrokimia, kata dia, dalam waktu dekat akan menambah distributor resmi di Jateng bagian selatan, yakni PT Mega Eltra Semarang. Dia berharap kehadiran distributor itu bisa membantu menstabilkan pasokan pupuk. (G22-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA