logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Mei 2005 BANYUMAS
Line

Tinggi, Kekerasan dalam Rumah Tangga

CILACAP - Angka kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Cilacap tinggi. Selama lima bulan pertama tahun ini ada 115 kasus dalam rumah tangga beragam tingkat. ''Ironisnya korban terbesar anak-anak,'' kata Sani Ariyanto, Ketua LSM Forum Perlindungan Anak (FPA).

Dia menyatakan 100 kasus didominasi pemaksaan anak di bawah usia untuk bekerja. ''Umumnya mereka dipaksa orang tua atau saudara serumah.''

Berdasar data FPA, ada lima kasus penganiayaan, satu kasus pemerkosaan, tiga kasus perdagangan anak, dan enam kasus penelantaran. ''Kami kerap menemukan korban terluka secara fisik dan menghadapi tekanan mental.''

Dia mengemukakan saat ini FPA mendampingi sekitar 20 korban kekerasan dalam rumah tangga. Kasus terakhir dialami Yi (17), pekerja rumah tangga di Gumilir, Cilacap, Sabtu (14/5) malam.

Sangat Mendesak

Saat ini Yi dirawat di RS Islam Fatimah karena terluka di kepala setelah ditendang sang majikan, SPR. ''Kami berkoordinasi untuk segera menuntaskan kasus itu sesuai dengan hukum.''

FPA meminta pemerintah segera membentuk tim pelayanan yang menjadi tempat bagi korban untuk mengadu dan meminta perlindungan. Tim itu bisa beranggota dinas/instansi, LSM, dan perorangan. ''Apa pun namanya, kebutuhan akan tim itu sangat mendesak.''

Sementara itu, psikolog dari RSUD Cilacap, Reni Kusumawardhani, menyatakan kekerasan dalam rumah tangga bisa disebabkan oleh dominasi gender, keterputusan komunikasi, dan faktor kejiwaan pelaku. ''Pemecahan jangka panjang berupa pemberian pendidikan yang tepat soal hak dan kewajiban kepada anak di setiap keluarga. Pola itu akan memunculkan generasi baru yang stabil secara kejiwaan.''

Pemecahan jangka pendek, kata dia, berupa bimbingan konseling pada korban dan pelaku. ''Selama ini kita lebih sering melakukan konseling dengan korban, sedangkan pelaku tak pernah,'' kata Reni. (G21-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA