logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 16 Mei 2005 SALA
Line

Pedagang Dipusingkan oleh Ulah Pencuri Pasar

SRAGEN - Aksi pencuri di pasar, ternyata sering membuat pusing pedagang Pasar Bunder, Sragen. Betapa tidak, meski pasar hasil bumi itu sudah dijaga 10 satuan pengaman (Satpam), pencurian di dalam pasar masih sering terjadi. Padahal setelah pukul 17.00, pintu gerbang pasar ditutup dan dibuka kembali pada pukul 05.00.

Kemarin, Agung Sumartosa, pedagang di Los K Pasar Bunder, kehilangan lima bal (kardus besar) rokok berbagai jenis. Kerugian mencapai Rp 4 juta lebih. ''Itu kasus pencurian kali ketiga yang menimpa kios milik saya,'' keluh Agung, saat mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sragen, kemarin.

Sebelum itu, kios milik Asih, tak jauh dari kios Agung, juga digerayangi maling. Menurut dia, kasus pencurian serupa pernah dia alami pada 1998 dan 2003. Saat itu, pelaku menjebol pintu kios.

Adapun dalam pencurian kemarin, pelaku merusak tiga gembok pengunci rolling door, yang diduga menggunakan linggis.

Para pedagang minta kepala pasar ikut memikirkan persoalan pencurian yang kerap terjadi itu. Setelah aksi pencurian, Kepala Dipenda, Parsono, didampingi Kepala Pasar Bunder, Sumadi, melakukan inspeksi mendadak dan menemui para satpam yang bertugas, yakni Daryo, Gino, Sukiman, dan Riyadi. Adapun Sukidi, yang mestinya juga piket malam bersama empat rekannya, saat itu izin tidak masuk kerja.

Malu

Parsono mengaku malu, mendengar aksi pencurian di pasar. Meski jumlah kerugiannya tidak terlalu besar, tapi pencurian tersebut dikhawatirkan tidak menumbuhkan rasa kepercayaan para pedagang. Para pedagang yang di rumah, bisa entar berpikir jangan-jangan barang dagangannya digerayangi pencuri.

''Kok bisa ada pencuri masuk. Padahal semua pintu gerbang pasar dikunci, dan baru dibuka pukul 05.00,'' kata Parsono dengan nada tinggi.

Fakta lain, tiga gembok pengaman pintu kios dibuka secara paksa. Parsono ketika ditemui di lokasi pasar menyatakan akan menyisihkan waktu khusus untuk membekali sepuluh satpam pasar yang bertugas.

Diperoleh keterangan, di Pasar Bunder terdapat 455 pedagang kios dan 1.285 pedagang yang menempati los. Pasar hasil bumi terbesar di Sragen itu, dijaga 10 satpam atau dengan rasio setiap 170 pedagang dijaga satu Satpam.

Tugas para satpam dibagi tiga shift, yakni pukul 05.00-13.00, 13.00-21.00, dan pukul 21.00 - 05.00. Minimnya jumlah maupun gaji satpam, juga menjadi persoalan tersendiri.

Pedagang menyarankan, jumlah satpam ditambah dan gaji dinaikkan. Paling tidak, gajinya di atas upah minimum kabupaten (UMK). Namun, mereka harus profesional dalam bidang tugasnya, yakni mengamankan barang atau dagangan milik pedagang.

''Kalau jumlah satpam ditambah dan gajinya dinaikkan masih tetap saja ada pencurian, ya dicopot saja,'' ujar Pardi, seorang pedagang.

Setiap anggota satpam Pasar Bunder sekarang ini digaji Rp 350.000 per bulan, dan ditambahi urunan kerukunan pedagang Pasar Bunder Sragen (KPPBS) Rp 40.000 per bulan.

Parsono menjelaskan, bulan depan gaji satpam akan dinaikkan dari Rp 350.000 menjadi Rp 410.000. (nin-51ha)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA