logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 16 Mei 2005 RAGAM
Line

Bersikap Toleran Kepada Orang yang Tidak Sependapat (3)

Menyayangi Seluruh Makhluk Allah

DARI Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu dia berkata : ''Seolah-olah saya pernah melihat Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang Nabi - semoga rahmat dan keselamatan Allah tetap menyertainya yang dilempari oleh kaumnya sehingga berdarah''. Lalu Nabi SAW mengusap darah di wajahnya sambil berdoa : ''Ya Allah, ampunilah kaumku, sebab mereka tidak mengerti.''

Di antara rambu-rambu penting yang lain dalam perilaku beradab ialah menyayangi seluruh makhluk Allah baik yang dekat maupun yang jauh, muslim maupun non muslim, manusia ataupun hewan. Allah SWT telah menjadikan rahmat dan kasih sayang sebagai misi risalah Rasulullah SAW. Bahkan ketika memberikan kitab wahyu kepada beliau, Allah jelaskan misi itu dengan kata-kata yang singkat. Yakni rahmat: ''Dan Aku tidak mengutusmu melainkan jadi rahmat bagi seluruh alam''. (Al Anbiya:107).

Ketika Rasulullah menggambarkan tugasnya, beliau menjelaskan dengan menggunakan kalimat yang singkat dan mudah dimengerti. Yakni dalam sabda beliau: ''Aku hanyalah pembawa rahmat dan petunjuk''.

Demikian juga pada permulaan Kitabullah dan permulaan surat didalamnya (kecuali satu surat) Allah menggunakan kalimat Bismillahirrahmanirrahim (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Dan ketika Allah menggambarkan sifat rasul-Nya, dengan harapan kita dapat meneladaninya, Allah juga menggunakan kata rahmat, yang dalam firman-Nya: ''Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalangan sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin.'' (At Taubah:129).

Dengan demikian sudah dapat dipastikan bila sifat Ar Rahman ini tampak jelas dalam akhlak dan sejarah hidup Nabi SAW serta dalam cara beliau membimbing umatnya. Sebagaimana hadist yang menggalakan dan mendorong untuk bersifat pengasih ini, Rasulullah menggunakannya dengan berbagai macam gaya bahasa yang menarik. Begitu juga sebaliknya, anjuran untuk menjauhi sifat keras dan kasar, Rasulullah menggunakannya dengan berbagai bentuk ancaman yang berat.

Dari Jarir bin Abdullah Rahiyallahu 'Anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ''Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang kepada manusia, maka Allah tidak akan sayang kepadanya''.

Dari Abu Musa Radhiyallahu 'Anhu diriwayatkan bahwa beliau mendengar Nabi bersabda: ''Kalian tidak dikatakan beriman, sehingga kalian saling menyayangi. Para sahabat bertanya: ''Wahai Rasulullah, kami semua orang penyayang''. Nabi menjawab: ''Bukan itu (maksudnya) kasih sayang seorang dari kalian yang diberikan kepada temannya, akan tetapi itu adalah kasih sayang yang bersifat umum''.

Dengan demikian, orang yang tidak menyayangi makhluk, tidak akan mendapatkan rahmat dan kasih sayang Sang Pencipta. Dari Ubadah bin Shamit diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ''Bukanlah umatku orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua, dan tidak menyayangi orang yang lebih muda dan tidak mengenal ulama''.

Tidaklah pantas disebut sebagai umat penyayang orang yang hatinya tidak memiliki rasa kasih sayang. Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa beliau berkata: ''Saya mendengar orang yang benar dan dapat dipercaya, penghuni bilik ini yaitu Abu Al Qosim bersabda: ''Sifat kasih sayang tidak akan dicabut, kecuali dari orang-orang yang celaka''.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu beliau berkata: ''Rasulullah mencium Hasan dan Husein bin Ali ketika disamping beliau ada Al Aqra bin Habis At Tamimi''. Kemudian Aqra berkata: ''Saya mempunyai sepuluh anak, satu pun dari mereka sama sekali tidak ada yang pernah akan cium''. Lalu Rasulullah SAW melihat dia dan bersabda: ''Barang siapa yang tidak sayang maka dia tidak akan disayang''.

Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha diriwayatkan bahwa beliau berkata: ''Ada seorang Badui datang kepada Rasulullah''. Kemudian Rasulullah berkata: ''Kalian suka mencium anak-anak kecil, kami tidak''. Maka Rasulullah bersabda: ''Aku tidak dapa berbuat apa-apa apabila Allah mencabut sifat kasih sayang dari batinmu''.

Semua sifat kasih sayang adalah baik, tetapi kasih sayang yang paling besar ialah kasih sayang kepada orang yang lemah yang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan. Misalnya anak yatim, para janda, orang miskin, ibnu sabil dan budak.(Tim Kajian Qolbun Salim-12)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA