| Senin, 16 Mei 2005 | NASIONAL |
Diprotes, Alquran Gambar Bupati
PEMALANG - Langkah Bupati Pemalang HM Machroes SH dalam memopulerkan diri menjelang pilkada kepada masyarakat menuai protes sejumlah tokoh agama Islam. Pasalnya, Alquran yang dibagi-bagikan terhadap masjid, ponpes dan jemaah haji bergambar foto dirinya. Belakangan ini kegiatan Machroes turun ke desa-desa dalam wahana pengajian tergolong sering. Selain memberikan bantuan uang untuk masjid, ponpes atau korban bencana, sesekali menyerahkan kenang-kenangan kitab suci Alquran yang bergambar foto dirinya. Kitab umat Islam yang dibagi-bagikan itu ada dua jenis. Pertama, berukuran kecil berwarna kuning keemasan. Sedangkan yang kedua, berukuran besar berwarna hijau. Kitab tersebut diberi selongsong untuk tutup. Di sampul depan selongsong bertuliskan Alquranurkarim berhuruf Arab. Sedangkan di bagian belakang tertempel foto HM Machroes SH. Di bawah foto itu bertuliskan kalimat ajakan kepada masyarakat, yaitu ''Mari kita lanjutkan pembangunan untuk menuju Pemalang Ikhlas, baldatun toyibun warobun ghofur''. Satu Tahun Kegiatan pemberian kenang-kenangan itu sebenarnya sudah berlangsung sekitar satu tahun lalu,namun baru dipermasalahkan sekarang. Beberapa kiai dan tokoh masyarakat menyatakan bahwa tindakan Bupati seperti itu melukai hati umat Islam. Ketua Pengurus Masjid Agung Pemalang Kiai Noor Effendi mengemukakan, kendati pemasangan gambar Bupati HM Machroes SH di bagian selongsong atau muskhaf (sampul) Alquran, hal itu sudah merupakan bentuk pelecehan dan haram hukumnya. ''Pada selongsong selain terdapat gambar Bupati, di bagian lainnya terdapat tulisan Arab yang bentuknya sama persis dengan Alquran,'' katanya kepada sejumlah wartawan. Ketua MUI Kabupaten Pemalang Habib Ali Al Habsyi yang dihubungi di rumahnya kemarin tampak berhati-hati dalam menanggapi persoalan itu. Secara kelembagaan MUI saat ini belum mempunyai fatwa atau jawaban mengenai kasus itu. Namun, secara pribadi dia menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Sementara itu, Bupati HM Machroes SH menyatakan, apa yang telah dilakukannya itu bukan merupakan kesalahan. Sebab belum ada dalil agama yang melarang foto ditempelkan di Alquran. Apalagi foto itu berada di cover selongsong Alquran, bukan di dalam Al quran. ''Di dalam kitab Yasin saja terkadang tertempel foto seseorang, kenapa hal itu diperbolehkan. Saya tidak akan menarik Alquran itu, wong banyak masyarakat yang meminta ke sini,'' kilahnya.(sf-29v) | ||||