| Sabtu, 14 Mei 2005 | SEMARANG |
Gedung SDN 3 Jambon Rusak ParahGROBOGAN - Kondisi gedung SD Negeri 3 Jambon, Kecamatan Pulokulon, Grobogan kini sangat memprihatinkan. Hampir semua ruang kelas sekolah itu rusak parah karena usia gedung sudah cukup tua. Beberapa kayu pada bagian atap sudah lapuk. Bahkan dinding dua unit ruang belajar juga lapuk dan banyak lubangnya, sehingga tidak dipergunakan lagi. Hanya ada dua unit ruang belajar yang masih tetap dipertahankan untuk pembelajaran, yaitu ruang kelas II dengan jumlah murid sekitar 32 siswa dan kelas VI (16 siswa). Karena gedung tersebut tidak memungkinkan belajar seluruh siswa, maka siswa kelas I, III, IV, dan V terpaksa dipindahkan ke rumah-rumah penduduk. Bahkan sebagian ada yang menumpang di SMP NU Jambon, Kecamatan Pulokulon. Pada bagian lain, beberapa siswa memanfaatkan ruang belajar yang dikosongkan itu untuk arena bermain. Meski sebagian kayu-kayunya sudah lapuk, seng serta dindingnya banyak yang berlubang, mereka seakan tidak menghiraukannya. Canda dan tawa menghiasi siswa berseragam putih-merah yang mulai memudar warnanya itu. Kepala SD 3 Jambon Pangi SPd menjelaskan, sekolah tersebut didirikan sekitar 1963 dan pernah direhab pada 1985. Ruang belajar dari kayu tua itu semakin rusak parah. Sebab hingga kini belum mendapatkan sentuhan perbaikan. ''Awalnya, kerusakannya tidak separah ini. Gedung SD 3 Jambon ini mulai rusak parah pada 2003. Untuk memperbaiki ruang belajar tersebut kami sudah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Grobogan,'' kata Kepala Sekolah SD 3 Jambon itu, kemarin. Kendati demikian, di SD tersebut masih ada dua kelas yang tetap menggunakan ruang-ruang yang dirasa tidak layak itu. Pihak sekolah hanya berharap sekolah tersebut cepat diperbaiki. ''Jumlah siswa kami ada 129 anak. Namun kami terus waswas bila ada hujan dan angin. Bila kondisi demikian, kami segera menghentikan proses belajar dan menyuruh siswa pulang karena takut bangunannya roboh dan menimpa siswa,'' katanya. Selain ruang belajar, kata dia, meja, kursi, dan perabot sekolah tersebut dirasa kurang memadai. Sebab, jumlahnya masih kurang. Bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah rusak. ''Meja dan kursi itu adalah warisan dulu,'' katanya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Grobogan Drs Bambang Rusminto MM mengatakan, jumlah sekolah yang rusak parah di Kabupaten Grobogan itu banyak sekali. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan sekolah dan membutuhkan perbaikan. ''Rencananya pada tahun ini, sekitar 80% gedung sekolah yang rusak parah akan diperbaiki,'' tandasnya. (H3-56m) |