| Sabtu, 14 Mei 2005 | SEMARANG |
Siap Ubah ImejWACANA perpindahan gedung SMAN 10 Semarang sejak tahun 1994 lalu telah digulirkan guru, kepala sekolah, orang tua murid. Maklum, pertumbuhan gedung pabrik di kawasan Genuk cukup pesat. Imbasnya lingkungan sekitar sekolah menjadi tak nyaman lagi untuk kegiatan belajar mengajar. Belum lagi ancaman banjir, deru suara mesin, asap yang masuk lingkungan sekolah dan bau menyengat hidung siswa saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Itu semua membuat siswa tak betah berlama-lama menjalankan aktivitas di sekolah. ''Keinginan kami pindah ke lingkungan yang lebih representatif sudah digulirkan tiga kepala sekolah terdahulu. Lebih dari sepuluh tahun, kami mengajukan pindah, baru sekarang akan teralisasi. Ini merupakan anugerah yang cukup berarti bagi seluruh komponen SMAN 10,'' ujar Kepala Sekolah Suprihadi SE di kantornya Jl Gebangasri, Genuk. Harapan yang terbetik dalam benak Suprihadi, yakni citra sekolah akan terangkat seiring dengan perpindahan gedung SMA dari Jalan Gebangasri ke Jalan Kapas Utara Kecamatan Genuk yang tergolong masih sehat untuk kegiatan pendidikan. ''Dulu orang mengenal SMA kami bukan prestasi siswanya, tapi karena gedung sekolah yang dilanda banjir. Setelah pindah di lingkungan baru, saya berharap prestasi siswa akan meningkat seiring kondisi lingkungan yang lebih nyaman untuk belajar,'' ujarnya. Secara kuantitatif, lanjut dia gedung baru menyediakan sarana yang lebih lengkap. Dari 15 ruang kelas meningkat menjadi 18 kelas. Belum lagi ada laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Perpustakaan, Bimbingan dan Konseling, dan ruang serba guna yang bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pendidikan. (Widodo Prasetyo-33) |