logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 14 Mei 2005 EKONOMI
Line

Masih Banyak Pengusaha Abaikan Karantina

SEMARANG-Hingga kini masih banyak pengusaha yang mengabaikan ketentuan karantina. Apabila tidak memenuhi prosedur tersebut maka akan memengaruhi mutu produk ekspor.

''Hal itu juga akan berpengaruh terhadap kepercayaan pengusaha luar negeri terhadap mutu produk Indonesia,'' kata Ir H Arfany Bastony MM, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Badan Karantina Pertanian, Kamis lalu.

Ia mengungkapkan masalah itu dalam sosialisasi karantina tumbuhan di Hotel Puri Garden Semarang. Kegiatan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan perusahaan fumigator dan pengemasan kayu.

Arfany mengimbau eksportir tanaman pangan, hortikultura, dan tanaman perkebunan Indonesia agar memahami prosedur karantina. Keberhasilan karantina juga ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) petugas karantina.

''Selain mampu bekerja profesional, petugas karantina harus bersih dan bebas KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme-Red),'' tegasnya.

Suparno SA SH, Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Luar Negeri mengemukakan sangat penting memahami ketentuan dan sertifikasi kemasan kayu yang digunakan dalam perdagangan internasional.

''Kemasan kayu biasa menggunakan kayu mentah yang rendah mutunya sehingga sangat berisiko menjadi media penyebaran organisme pengganggu tanaman,'' ujarnya.

Bahkan tak jarang kemasan kayu tersebut dipakai berulang-ulang sehingga tidak jelas lagi asalnya. (mhr-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA