| Sabtu, 14 Mei 2005 | EKONOMI |
Demak Gandeng WTC Fasilitasi InvestorJAKARTA-Pemerintah Kabupaten Demak menggandeng World Trade Center (WTC) untuk memfasilitasi dan mengundang investor agar menanamkan modalnya di daerah itu. Demikian diungkapkan oleh Bupati Demak Endang Setyaningdyah dan Executive Director WTC Arief Gunawan di Gedung WTC Jakarta, kemarin. Endang memaparkan peluang investasi dan pengembangan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang dihadiri pula oleh Petra Lumbun, Direktur Pengembangan Wilayah Departemen Dalam negeri. Menurut dia, potensi investasi sumber daya alam di sektor kelautan yang dimiliki oleh Demak antara lain perikanan dan pendirian pabrik pengalengan ikan. Di daerah tersebut, lanjut dia, akan segera dibangun pelabuhan ikan yang dapat menunjang kegiatan nelayan. ''Ini terkait dengan keinginan saya mengembalikan kejayaan Demak sebagai Kota Bahari. Harapan saya kesejahteraan nelayan meningkat secara maksimal,'' jelasnya. Demak yang juga memiliki potensi pertambakan 10 ribu ha dengan panjang garis pantai 34,71 km, kata dia, memberi peluang investasi di bidang penggemukan kepiting, budi daya ikan kerapu, serta pengolahan teri nasi, ikan tongkol, ikan kembung, rajungan, cumi-cumi, dan sebagainya. Ia menegaskan kehadiran investor tidak akan mematikan nelayan tradisional karena ikan-ikan hasil tangkapan mereka masuk pabrik pengalengan dan sebagian diekspor, antara lain ke Taiwan, Jepang, dan Filipina. ''Pola kerja sama yang diterapkan adalah saling menguntungkan atau subsidi silang,'' ujarnya. Kerja sama dengan WTC berarti Demak sudah go international. Jepang dan Taiwan Arief Gunawan mengatakan saat ini sudah ada investor dari Jepang dan Taiwan serta investor dari dalam negeri yang siap dengan rencana investasinya di Demak. ''Dengan nilai investasi Rp 250 miliar diperkirakan akan diperoleh Rp 3 triliun dalam waktu empat tahun. Hasil itu didapat dari beberapa jenis kerja sama atau pengembalian utang,'' tuturnya. Ia yakin investasi tersebut tidak akan menimbulkan gesekan-gesekan dengan nelayan tradisional karena mereka dilibatkan dan diakomodasi kebutuhannya sebagaimana sudah dilakukan di Bitung dan Halmahera. Kerja sama dengan Demak, lanjut dia, adalah kali pertama bagi WTC dengan lembaga pemerintah. Selama ini pihaknya hanya bekerja sama dengan swasta. ''Kerja sama ini bukan bentuk Amerikanisasi masyarakat Demak, tetapi untuk kesejahteraan. Semua rencana usaha dan keuangan saya sendiri yang memfasilitasi. Saya orang Indonesia, saya cinta Indonesia. Saya yang akan menanggung konsekuensi jika proyek menyimpang. Ini murni bisnis,'' tandasnya. Di era otonomi daerah, tutur dia, perdagangan menjadi global dan langsung, tidak melalui pusat lagi. Lewat jaringan WTC di seluruh dunia perdagangan antarnegara akan lebih cepat. (sas-27) |