| Sabtu, 14 Mei 2005 | EKONOMI |
Galeri Kaje Solo Dapat Pesanan dari ThailandKERAJINAN tangan atau handicraft asal Solo yang diproduksi dari bahan tembaga mampu menembus pasar ekspor seperti Thailand. Pemerintah negara Gajah Putih itu memesan barang-barang yang akan digunakan untuk menghiasi istana raja itu antaralain berupa bokor,gentong dan wastafel. Semuanya terbuat dari tembaga atau tembaga campur timah. ''Nilainya tak kurang dari Rp 100 juta dan kami menyelesaikan segera,'' ujar Retno, pemilik Galeri ''Kaje'' di Jalan Dr Rajiman 22 C, kemarin. Solo sangat sibuk. '' Kerajinan produksi Galeri tersebut memang tampak unik dan menarik. Misalnya wastafel yang bentuknya melingkar seperti kukusan (alat pelengkap dandang untuk menanak nasi). Warnanya yang coklat kehitaman, menimbulkan daya tarik tersendiri. Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) jurusan akuntansi, YKPN Yogyakarta, 1991 ini tertarik menekuni bidang handicraft ini sejak dua tahun lalu. Meski baru dua tahun, beberapa order dari luar negeri telah berhasil direngkuh. Ia telah memenuhi pesanan dari Itali, Myanmar dan Thailand. Bengkel produksi berlokasi di Boyolali dengan jumlah pekerja lima belas orang. Dari tangan-tangan terampil itu lempengan tembaga dan timah, berubah menjadi bokor, wastafel, asbak rokok, vas bunga, tempat lilin, macam-macam lampu dan aneka produk bentuk minimalis etnik. Nonmetal Hasrat untuk mengembangkan bisnis dalam bidang handicraft rupanya begitu besar ada pada wanita ini. Ia melihat pasar masih luas untuk produk-produk kerajinan tangan. ''Tidak hanya di luar negeri, di Solo pun sebenarnya psar itu sangat besar, tapi pembeli belum banyak tahu,''katanya. Ia berkeinginan melengkapi galerinya dengan sebanyak-banyaknya macam handicraft, apakah itu dalam bentuk barang fungsional atau cenderamata. Kini dia melirik aneka cinderamata nonmetal dengan memasarkan produk lain seperti keramik, aneka cenderamata untuk undangan perkawinan, bunga-bunga tiruan dari daur ulang kulit brambang, gantungan kunci dari biji sawo dan anyaman pandan, kupu-kupu hiasan kulkas dari kulit jagung dll. ''Ini buatan teman-teman di Solo, yang coba kami pasarkan. Solo sebenarnya memang kaya cenderamata,'' katanya. (Subakti A Sidik-59) |