| Jumat, 13 Mei 2005 | PANTURA |
APSI Dukung Pembangunan Jembatan PenyeberanganBATANG - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) Pasar Batang mendukung sepenuhnya pembangunan jembatan penyeberangan di depan Pasar Batang. Dengan pertimbangan untuk memberikan rasa aman bagi orang yang akan berbelanja. Alasan lain, kondisi jalan pada saat-saat tertentu selalu ramai oleh padatnya arus lalu lintas. Kondisi tersebut sangat menyulitkan orang yang akan menyeberang. Setiap pagi, sekarang ini agar aman menyeberang, dibutuhkan seorang polisi untuk menyetop kendaraan yang lewat. Kalau tidak, menunggu kebaikan pengemudi yang memberi kesempatan untuk menyeberang. "APSI tidak keberatan apabila depan Pasar Batang dibangun jembatan penyeberangan. Ini sebagai jawaban untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas pada jam-jam sibuk," ucap Ketua APSI Pasar Batang Dulatif, kemarin. Dia menuturkan, khusus menjelang Hari Raya Idul Fitri, puncak kepadatan arus lalu lintas akan terjadi di depan pasar. Kendaraan arus mudik yang datang dari arah barat menumpuk, bahkan sampai terjadi antrean panjang. Padahal banyak orang yang akan menyeberang, baik yang sudah belanja maupun yang akan belanja. "Kalau sudah ada jembatan penyeberangan, orang yang akan berbelanja tidak perlu diseberangkan. Bahkan dengan aman mereka bisa hilir mudik lewat jembatan. Kami selaku pedagang maupun APSI sangat setuju terhadap pembangunan jembatan penyeberangan dan meminta agar tidak dipermasalahkan. Mari kita lihat manfaatnya bagi masyarakat." Menguntungkan Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Penyelamat Aset Batang (FMPAB) Agung Udjiyanto SE menyatakan jembatan penyeberangan yang dibangun di depan pasar merupakan barang yang nantinya akan menjadi milik pemerintah. Apalagi dananya dibangun oleh pihak ketiga. "Ini jelas menguntungkan Pemkab Batang karena tidak perlu mengeluarkan dana yang mencapai ratusan juta rupiah. Sementara itu, masyarakat merasa aman untuk menyeberang," ujar dia. Dia mengatakan, pemerintah dalam hal ini KKP diminta untuk membangun dahulu. Sebab keberadaan jembatan penyeberangan di depan pasar itu sudah mendesak, dalam rangka mengurangi kemacetan dan memberikan rasa aman bagi orang yang menyeberang. "Janganlah kita berburuk sangka. Biarkan proses pembuatan itu berjalan. Apabila suatu saat ternyata keberadaa jembatan malah memicu terjadinya kesemrawutan, saya kira Pemkab dapat membongkar jembatan itu," paparnya.(ar-17m) |