| Jumat, 13 Mei 2005 | PANTURA |
13 Anak Jalanan Ikuti Kursus Bongkar Pasang MesinPEKALONGAN - Anak jalanan yang sering berkeliaran di Kota Batik saat ini boleh bersyukur dan bergembira. Mereka kini sudah tidak lagi berkeliaran lagi di jalan raya karena Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Kota Pekalongan memberi kesempatan untuk belajar keterampilan sesuai dengan keahlian yang mereka minati, seperti membongkar pasang mesin kendaraan, menjahit, dan membatik. "Setelah kami kursuskan diharapkan mereka dapat hidup mandiri dengan membuka usaha sesuai dengan keahlian masing-masing," ungkap Kepala Dinkessos Totok Parwoto SSos didampingi Kasi Kesejahteraan Anak dan Keluarga Nur Chasanah ketika meninjau anak jalanan berlatih membongkar pasang mesin kendaraan di LPK Pasifik Jaya Jalan Gajahmada Pekalongan, Kamis (12/5) kemarin. Dia mengemukakan, sebelum diberi kursus beragam keterampilan, para anak jalanan ini bekerja sebagai tukang parkir dan semir sepatu. Dengan kursus seperti ini, ujar dia, diharapkan mereka tidak lagi menjadi anak jalanan terus. Totok mengungkapkan, para anak jalanan itu diberi waktu satu bulan untuk berlatih keterampilan. Setelah jadwal kursus selesai, mereka mendapat kesempatan untuk membuka usaha sesuai dengan keahlian masing-masing. Selanjutnya, Dinkesos akan terus mengevaluasi untuk mengetahui apakah usaha mereka berhasil atau tidak. Serius Sementara itu, ketika sedang berlatih membongkar pasang mesin di LPK Pasifik Jaya, ke-13 anak jalanan itu terlihat serius sekali. Apa yang diajarkan pelatih sekaligus pemilik tempat kursus, Rahmat Taufik, mereka lakukan dengan baik. "Semua materi soal perbengkelan mesin kendaraan saya ajarkan, mulai dari dasar hingga tahap menguasai mesin kendaraan," tuturnya. Dalam memantau perkembangan anak didiknya, dia memberikan beberapa evaluasi secara bertahap, yaitu pemberian materi teknik dan ilmu dasar yang dilanjutkan dengan ujian. Seandainya dalam ujian mereka lolos, akan diajarkan materi yang lebih tinggi lagi dan selanjutnya akan dievaluasi. "Hal ini kami lakukan agar setelah selesai kursus, mereka bisa menguasai ilmu yang telah mereka peroleh sehingga saat membuka usaha bengkel tidak akan menjadi anak jalanan lagi," katanya.(H4-17dj) |