| Jumat, 13 Mei 2005 | PANTURA |
Rute Angkudes Doro-Kedungwuni-Kajen DiperluasKAJEN - Setelah mogok tiga hari, para awak angkutan pedesaan (angkudes) jurusan Doro-Kedungwuni-Kajen, Kamis (12/5) kemarin kembali beroperasi. Hal itu dilakukan setelah ada kesepakatan terhadap beberapa keputusan dalam dialog paguyuban awak angkudes, dinas terkait, dan DPRD, Rabu (11/5) lalu. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Drs Mujiyanto mengemukakan, permintaan para awak angkudes untuk memperluas rute tersebut karena kepadatan arus kendaraan dan selanjutnya disepakati oleh mereka yang berdialog. Perluasan rute itu akan mengambil beberapa jalur di Kecamatan Karangdadap dengan disertai beberapa catatan. "Ada beberapa catatan yang harus dilakukan, yaitu sosialisasi secara menyeluruh terhadap pihak-pihak yang berkepentingan di jalur itu," ujarnya. Selain itu, Dinas Perhubungan juga akan menyurvei di lapangan untuk mengetahui berapa sebenarnya kendaraan yang dibutuhkan di sekitar jalur tersebut dan kepastian rute. "Sosialisasi dan survei harus selesai dalam jangka waktu satu bulan," tandasnya. Selain untuk mendapatkan data yang valid, langkah itu demi menghindari aksi protes susulan dari pihak yang tidak puas dengan keputusan dialog. "Lewat sosialisasi itu diharapkan bisa menjelaskan kepada pihak-pihak lain." Terlampau Padat Sementara itu, para sopir dan awak angkutan kepada wartawan mengemukakan, jumlah 102 kendaraan yang beroperasi di jalur Doro-Kedungwuni-Kajen terlampau padat sehingga para sopir dan awak angkudes tidak bisa mendapatkan hasil yang layak. "Paling sehari kami hanya mendapat Rp 30.000 - Rp 50.000," tutur Jaemanto (40), salah seorang awak angkudes. Padahal, untuk membayar setoran dan bensin saja minimal Rp 70.000 - Rp 80.000 per hari. "Belum lagi angsuran kendaraan yang sebagian besar belum lunas," ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya (Suara Merdeka, 10/5), paguyuban awak angkudes jurusan Doro-Kedungwuni menggelar demonstrasi ke Setda Kabupaten Pekalongan. Demo berlanjut menjadi aksi pemogokan selama tiga hari hingga terjadi beberapa dialog. Pertemuan dilakukan di ruang Asisten Bupati Bidang Pemerintahan, Senin lalu. Dialog kemudian dilanjutkan di Kantor DPRD pada hari berikutnya dan akhirnya diputuskan perluasan rute di jurusan tersebut. (G16-37dj) |