| Jumat, 13 Mei 2005 | PANTURA |
Dikeluhkan, WTS dan Waria Mangkal di Jl Yos SudarsoBREBES - Keberadaan wanita tuna susila (WTS) dan waria di Jalan Yos Sudarso Kota Brebes atau tepatnya di depan Gedung Islamic Center, dikeluhkan masyarakat. Sebab keberadaan mereka dinilai sangat mengganggu ketenangan warga sekitar, khususnya masyarakat di Kelurahan Pasarbatang. Oleh karena itu, Pemkab Brebes melalui instansi yang terkait diminta untuk segera melakukan operasi penertiban. Khoiri (48), warga Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan/Kabupaten Brebes mengatakan, jumlah WTS dan waria yang sering mangkal mencapai 20 orang. Ketika mangkal, mereka biasanya memilih tempat yang penerangannya kurang. Hal itu mereka lakukan agar para pria hidung belang merasa nyaman ketika mencari mangsa. Dari pengamatan Khoiri, biasanya mereka mangkal dari pukul 19.00 hingga 23.00. Selain di depan Gedung Islamic Center, mereka juga sering mangkal di jalan menuju ke Dukuh Sigempol, Desa Randusanga Kulon yang masih satu jalur dengan Jalan Yos Sudarso. Lokasi yang disinyalir sebagai tempat transaksi bagi pria hidung belang itu sering juga dijadikan tempat mabuk dan berjudi. Oleh karena itu, Pemkab melalui instansi yang terkait diminta untuk mengadakan operasi penertiban (razia). Hal itu dilakukan agar ketenangan dan ketertiban masyarakat berjalan normal. Kasubag Satpol PP Kabupaten Brebes, Lis Guntoro Pujiarto mengatakan, menanggapi keluhan yang disampaikan masyarakat, pihaknya akan segera melakukan razia. "Kami akan mengecek lokasi dan kemudian melakukan operasi," katanya. Dia menjelaskan, sebenarnya selama ini pihaknya sudah melakukan razia berulang-ulang, namun hasilnya belum maksimal. Sebab biasanya selang satu minggu setelah penertiban, para WTS dan waria akan kembali ke tempat tersebut. Kurang Lampu Penerang Menurutnya, dipilihnya kedua tempat itu sebagai tempat mangkal WTS dan waria karena lampu penerangannya kurang. Selain itu, tempat tersebut jauh dari permukiman penduduk. Dengan kondisi demikian, otomatis para WTS dan waria tidak sungkan datang ke tempat tersebut untuk mencari mangsa. Guntoro mengemukakan, untuk mengatasi masalah itu sebenarnya ada beberapa cara. Di antaranya dengan memberikan lampu penerangan pada jalan tambahan yang kini dirasa masih kurang. Hal itu dimaksudkan agar ketika para hidung belang datang, mereka akan merasa tidak tenang. Selain itu, semua unsur baik Pemkab, Polres, perangkat kelurahan, dan masyarakat sekitar lokasi dapat bersama-sama menggelar operasi. Dengan begitu, WTS dan waria akan jera dan enggan untuk datang ke lokasi tersebut.(wn-17m) |