| Jumat, 13 Mei 2005 | PANTURA |
Terkait Calon Bupati PemalangPAN dan Kader Muda Berbeda DukunganPEMALANG - Perbedaan aspirasi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) Pemalang, kini makin meruncing. Kendati induk partai belum memutuskan soal calon bupati (cabup), generasi muda partai itu kini telah terang-terangan mendukung salah satu calon. Ketua DPD Barisan Muda (BM) PAN Pemalang Hendrik menegaskan, pihaknya kini sudah berani terang-terangan menyebutkan siapa cabup yang didukung, yakni HM Machroes SH. Sebenarnya, hal tersebut tidak akan dilontarkan lebih dulu. Namun karena isunya sudah merebak, dia tak perlu lagi sembunyi-sembunyi. "Dalam musyawarah pengurus DPD BM PAN pada 2 April lalu, kami sepakat menentukan dukungan kepada salah satu calon. Namun. kesepakatan itu jangan dipublikasikan dulu," ungkapnya kemarin didampingi pengurus lain. Sikap seperti itu dia kemukakan karena hingga kini induk organsasi partai tidak memiliki sikap yang jelas tentang cabup. Hal tersebut sangat dimaklumi karena PAN tidak cukup suara untuk mencalonkan seseorang. Daripada menunggu terlalu lama, BM mempunyai sikap sendiri seperti itu. Apakah itu wujud sikap pembangkangan dari para generasi muda PAN? Dia mengungkapkan, sikap seperti itu bukan pembangkangan. Sebab, BM PAN tidak termasuk dalam struktural partai. Sifat hubungannya dengan induk partai hanya sebatas koordinasi. Belum Ada Calon Lain Sementara itu, pemilihan terhadap Machroes karena sejauh ini selain dia belum ada cabup lainnya yang muncul. Kalaupun muncul, sifatnya belum serius. Karena itu, BM PAN menjatuhkan dukungan terhadapnya. Namun jika sudah ada cabup lainnya, bisa jadi sikap BM PAN tidak seperti itu. Ketua Balai Kerja Sama Antarlembaga dan Organisasi Otonom DPD PAN Pemalang Drs Puji Dwi Darmoko menekankan, DPD PAN memberikan keleluasaan badan otonom dalam menyikapi pilkada. Sementara itu, BM PAN merupakan badan otonom sehingga boleh-boleh saja memiliki sikap sendiri dalam pilkada. Sebelumnya pernah diberitakan (Suara Merdeka, 26/4), mendekati pelaksanaan pilkada di Kabupaten Pemalang telah marak di masyarakat kegiatan pembagian kaus bergambar calon bupati. Tim sukses mereka sudah melakukan konsolidasi ke mana-mana dengan membagi-bagikan kaus atau stiker. Menurut penilaian Ketua Forum Komunikasi Gerakan Muda Amanat Nasional Insan Cita (FK Gramanita) Andi Parraley MHM, penyebaran stiker dan kaus itu sangat terasa gaungnya di daerah pegunungan, seperti Bantarbolang, Randudongkal, Pulosari, Watukumpul, dan Belik. Bahkan, BM PAN ikut-ikutan melakukan hal itu. Pihaknya menyesalkan hal tersebut. Sebab, secara resmi belum ada sikap yang jelas dari pucuk pimpinan partai mengenai calon bupati sehingga hal itu bisa dikatakan sebagai tindakan indisipliner atau upaya mencuri start kampanye pilkada.(sf-17j) |