| Jumat, 13 Mei 2005 | PANTURA |
Belum Ada Perhatian, Jalan Kaligua Makin ParahBUMIAYU - Jalur antara Desa Pagojengan menuju Kaligua, Paguyangan, lebih dari setahun ini dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan parah hampir merata sepanjang ruas jalan, terutama dari Desa Pesanggrahan hingga Desa Pandansari sepanjang 12 kilometer. Warga Desa Pandansari, Mashudi (45) mengemukakan, kerusakan jalan awalnya hanya sedikit. Dulu kerusakan hanya lubang-lubang seperti sekarang di jalan Desa Pagojengan ke Ragatunjung. Namun, karena dibiarkan makin lama lubang jalan semakin banyak, hingga seluruh ruas jalan berlubang. Kerusakan paling parah terjadi sejak musim penghujan setahun lalu. Dia mengatakan, terdapat beberapa faktor penyebab kerusakan jalan di jalur itu. Selain kendaraan truk bermuatan berat milik PT Zeta Agro Coorporation (PT ZAC) dan PTPN yang melintas di jalur itu, fisik tanah yang labil turut mempercepat laju kerusakan jalan. Setidaknya dalam satu hari lebih dari 20 truk bermuatan bahan jamur lalu lalang di jalur Kaligua. Selain kedua penyebab itu, beberapa truk bermuatan batu yang diambil dari sepanjang tepi jalan, semakin menambah beban fisik jalan di luar daya kapasitas. Warga lain Rohani (35) mengatakan, pada musim hujan aliran air menggenangi sepanjang ruas jalan. "Saluran air di sini tidak berfungsi. Jadi, kalau hujan datang permukaan jalan seperti got," kata dia. Hal ini turut menyumbang kerusakan pada badan jalan. Akibat tergenang air, beberapa bagian aspal mudah mengelupas dan hanyut terbawa aliran air. Upaya perbaikan sebenarnya telah dilakukan PT ZAC. Sebagai pengguna jalan terbanyak di jalur itu, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan makanan kaleng dari bahan jamur itu melakukan pemeliharaan rutin. Setiap hari, karyawan perusahaan itu meratakan permukaan jalan yang berlubang dengan tumpukan batu. Akan tetapi langkah ini tidak banyak membantu mengatasi kerusakan, karena di sejumlah ruas jalan kerusakan sudah telanjur parah. Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat lokasi agrowisata kebun teh Kaligua mempunyai potensi tinggi sebagai pusat wisata pegunungan di daerah Brebes. Akibat jalan rusak, minat warga mengunjungi lokasi wisata Kaligua menjadi berkurang. Secara terpisah, Camat Paguyangan Mudhi SIP mengatakan, tahun ini sebagian ruas jalan yaitu sepanjang 2 kilometer dari Desa Pandansari hingga Tretekan akan ditingkatkan. Diharapkan, peningkatan dapat dilanjutkan secara berkala pada tahun berikutnya. Anggota Dewan asal Paguyangan Achmad Zamroni menambahkan, Pemkab telah mengusulkan status jalan tersebut dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. "Pemkab tidak sanggup menanggung beban perawatan jalan yang terlalu besar," kata dia. Melalui pengalihan wewenang, diharapkan pemerintah provinsi turut memberi perhatian pada jalur tersebut. (on-37) |