| Jumat, 13 Mei 2005 | PANTURA |
11 Warga Duren Keracunan Bubur Ayam
SLAWI - Kebiasaan sarapan pagi dengan menyantap bubur ayam bagi warga RT 3 RW 13 Dukuh Duren, Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, kemarin, berbuah petaka. Karena, 11 warga diduga keracunan makanan itu. Dari 11 korban dugaan keracunan bubur ayam itu, lima di antaranya masih berumur di bawah lima tahun (balita), serta kakek dan nenek yang berumur 80 tahun dan 60 tahun, dan seorang perawat Rumah Bersalin (RB) As Salam. Bahkan, istri dan dua anak penjual bubur, ibu kandung, kakek, dan tiga keponakannya turut menjadi korban. Mereka awalnya mengalami pusing kepala dan muntah-muntah. Kemudian diare, ke luar keringat dingin, sampai akhirnya jatuh pingsan, setelah makan bubur ayam yang dijual pedagang bubur ayam keliling, Syarifudin (29). Kejadian sekitar pukul 05.45 itu, mengejutkan ratusan warga di dukuh yang dikenal tenang dan damai itu. Warga kemudian beramai-ramai membawa korban keracunan bubur itu ke rumah praktik Bidan Rehatin. Bertindak Cepat Lantaran jumlah korban cukup banyak, warga menggunakan mobil untuk membawa ke Puskesmas Margasari yang berjarak 2 kilometer. Kepala Puskesmas Margasari dokter Endang Maryana (42) dibantu dokter Palupi (33) dan sejumlah perawat, langsung bertindak cepat memberikan pertolongan pertama. Seluruh korban dugaan keracunan, kemarin, masih dirawat di Puskesmas Margasari. Tangan mereka masih diinfus untuk membantu cairan yang hilang akibat muntah-muntah dan mencret. Menurut dokter Endang Maryana, dugaan keracunan yang dialami 11 warga Dukuh Duren itu dapat dilihat dari gejala dan akibat yang ditimbulkan. Gejala yang dapat dilihat antara lain, badan lemas dan pucat, serta banyak mengeluarkan cairan, atau sering disebut dengan muntah-muntah. Masruroh (47), yang kedua putrinya menjadi korban mengatakan, pagi itu putrinya Tri Istiana (16) dan Ena Sechawati (23), membeli bubur ayam seharga Rp 1.000/piring. Keduanya yang pelajar kelas 1 SMAN 1 Slawi dan bekerja sebagai perawat di RB As Salam Margasari sengaja membeli bubur ayam di rumah Umar Syarifudin untuk sarapan pagi. Tidak lama kemudian, keduanya langsung muntah-muntah dan pingsan. Kondisi serupa juga dialami sejumlah tetangga kanan kirinya. Warga yang mengetahui langsung memberi pertolongan dengan membawa ke rumah bidan Rehatin. Karena bidan kewalahan memberikan pertolongan dengan jumlah korban cukup banyak, seluruh korban dibawa ke Puskesmas Margasari. Kapolsek Margasari Iptu Sapari, Kanit Reskrim Aipda Sunyoto, dan sejumlah personelnya, langsung mengamankan bubur ayam yang diduga menjadi penyebab keracunan. Pedagang bubur juga diamankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan. "Kami akan mengirim contoh bubur ayam ini ke Laboratorium di Polda Jateng agar bisa diketahui racun apa yang terdapat dalam makanan itu," tutur dia kemarin. (D12-37) |