logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Ambisi Lengkapi Gelar

CANDRA Wijaya adalah pemain paling berpengalaman di Piala Sudirman. Pasangan Sigit Budiarto ini merupakan langganan tim Merah Putih di event ini mulai 1997 hingga 2005. Dengan demikian, pemain berusia 29 tahun ini sudah lima kali berkiprah pada kejuaraan beregu campuran itu.

Ambisi paling besar dalam diri pebulutangkis asal Cirebon ini adalah menjadikan Indonesia membawa pulang kembali piala itu. Perjuangan untuk mewujudkan hal itu memang sudah menjadi keharusan bagi dirinya

''Saya ingin melengkapi semua gelar yang ada. Kurang lengkap kalau belum menjadikan Piala Sudirman kembali ke Tanah Air. Saya sudah melakukan persiapan dengan baik. Saya siap dimainkan lawan siapa saja,'' tuturnya.

Candra yang merupakan juara Olimpiade 2002 bersama Tony Gunawan juga tak sekadar mempersiapkan faktor fisiknya. Mental bertandingnya pun disiapkan. Tak pelak, dia membutuhkan ketenangan mental. Caranya adalah melepaskan rasa kangen dengan kedua anaknya. Kedua buah hatinya, Gabriel Christopher Wintan Wijaya (3) dan Christina Josephine Wintania Wijaya lengket dalam pelukannya pada Sabtu malam lalu.

Semangat Menyala

''Semangat saya langsung menyala kalau ingat mereka. Terlebih mereka inginnya dapat oleh-oleh. Ya, paling-paling boneka. Saya senang memanjakan mereka,'' paparnya.

Dia sangat bersyukur mendapatkan dukungan dari keluarga untuk terus berkiprah di bulutangkis dan membela tim nasional. Faktor inilah yang membuatnya selalu tenang dalam menghadapi semua lawan di lapangan.

''Saya senang anak-anak juga sudah mengerti profesi ini. Rasanya akan bagus sekali kalau kembali ke Indonesia membawa dua hadiah. Hadiah pertama adalah piala Sudirman. Hadiah keduanya, sovenir untuk istri dan anak-anak. Bagaimanapun mereka telah banyak berjasa dalam perjalanan karier saya.''

Selama memperkuat Piala Sudirman, Candra bersama timnya memang belum pernah mampu membawa piala tersebut ke Indonesia. Dia pun ingin mengambilnya dari tangan Korea Selatan (Korsel).

''Semua lawan perlu diwaspadai. Mereka juga sudah mempersiapkan secara baik sebelum ke Beijing. Kami tak boleh merasa kalah sebelum bertanding. Tidak perlu ada yang ditakuti,'' tegasnya. (Budi Yuwono Alatas-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA