| Jumat, 13 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Paya Lebar Singapura Tak Bisa DiremehkanJAKARTA-Meski menempati posisi juru kunci dalam klasemen sementara kompetisi Liga Premier Singapura (S-League), namun tim Paya Lebar Punggol tidak boleh dipandang sebelah mata. Kesebelasan yang menjadi seteru pertama timnas U-23 Indonesia di ajang Piala Liga Singapura ini diketahui memiliki lima pemain asing, sehingga kekuatannya tetap tak bisa diremehkan. Penilaian ini dikemukakan Ketua Bidang Teknik dan Tim Nasional (BTN) PSSI Muhammad Zein, Kamis (12/5) malam. Ditemui menjelang kebarangkatan timnya ke Singapura, dia mengatakan, PSSI U-23 Indonesia tidak boleh mengabaikan kekuatan lawan. "Kalau pun mugkin di S-League sementara ini mereka tak bisa dibilang sebagai tim bagus, akan tetapi mereka harus tetap dianggap sebagai lawan yang harus diperhitungkan. Keberadaan lima pemain asing itu membuat Paya Lebar Punggol menjadi lawan sepadan buat kita," jelas Zein, yang ikut bertolak ke Singapura bersama para pemainnya. Pertandingan itu akan dilangsungkan Sabtu (14/5) petang di Stadion Paya Lebar. Karena babak penyisihan Piala Singapura ini digelar dengan sistem gugur, maka timnas yang dipersiapkan untuk SEA Games Manila ini harus memenangi pertandingan untuk masuk ke babak kedua. Tadi malam, PSSI U-23 yang terdiri dari 17 pemain bertolak menuju Singapura dengan maskapai penerbangan Emirates. Ke-17 pemain didampingi enam ofisial, termasuk Zein. Pelatih kepala Peter Withe, yang baru Rabu (11/5) siang tiba di Jakarta, juga ikut dalam tim bersama asisten pelatih Fachri Husaini dan Eddy Harto. Uji Coba Withe sendiri baru kemarin sore berkesempatan menyaksikan para pemainnya berlatih di lapangan Bea dan Cukai, Rawamangun. Ke-17 pemain yang baru berkumpul selama tiga hari itu, sebagian bahkan baru Kamis kemarin untuk pertama kalinya digabungkan dalam satu tim dan beruji coba dengan Villa 2000, salah satu anggota Divisi II Persija Selatan. Meski baru sekali digabungkan dalam satu tim, mereka tak kesulitan untuk mengoleksi lima gol tanpa balas ke gawang lawannya. Ke-17 pemain yang diberangkatkan ke Singapura tadi malam itu tidak termasuk tiga pemain asal PSM Makassar yang baru bergabung Jumat (13/5) siang ini. Syamsul Bachri Khaerudin, Samsidar, dan Mohammad Darwis, ternyata baru Jumat pagi ini bisa meninggalkan Makassar. Di luar Syamsul Bachri Khaerudin, Samsidar dan Darwis, ke-17 pemain yang bertolak ke Singapura semalam adalah Ferry Rotinsulu (kiper/Sriwijaya FC Palembang), Deni Marsel (kiper/Arema), Maman Abdurachman (belakang/PSIS), Modestus Indra Setiawan (belakang/PSIS), Mahyadi Panggabean (belakang/PSMS), Hermawan (belakang/Arema), Ledy Utomo (belakang/Persibom), Waluyo (belakang/Deltras), Ahyar Ilyas (tengah/Sriwijaya), Zaenal Arifin (tengah/Persela), Safrudin (tengah/PSDS), Fadly Harris (tengah/PSDS), Johan Prasetyo (depan/Persik), Siswanto (tengah/Persekabpas), Fingkrew (Persipura), Christian Worabai (Persipura), dan Salampessy (Persipura). (wgm-22) |