logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Sedan Permalukan AS Monaco

MONAKO- Sedan, tim yang menghuni peringkat lima Divisi II Liga Prancis, membuat kejutan dengan mengalahkan klub elite AS Monaco 1-0 pada pertandingan Kamis (12/5) dinihari WIB dan lolos ke final Piala Prancis. Mickael Citony mencetak gol semata wayang itu dengan tendangan keras pada 15 menit tersisa, untuk membawa klubnya ke final menghadapi Auxerre di Stade de France pada 4 Juni. Jika juara, Sedan akan membawa pulang juga tiket Piala UEFA musim mendatang.

Namun kejutan itu sebenarnya merupakan hasil yang adil, karena Sedan tampil lebih baik dengan pelatih Monaco Didier Deschamps secara aneh menyisihkan para pemain kuncinya -Gael Givet, Jaroslav Plasil dan Javier Saviola - di bangku cadangan.

Sedan langsung melakukan tekanan, menyerang bertubi-tubi, melalui Marcus Mokake pada menit keempat meski gagal mencetak gol.

Monaco perlahan namun pasti mendapati kesulitan untuk menghentikan lawannnya, meski sebuah voli bagus dari Lucas Bernardi sempat memaksa kiper Sedan Patrick Regnault. Regault menepis bola keluar, menghasilkan sepak pojok yang gagal dimanfaatkan kapten Monaco Julien Rodriguez saat tandukannya melenceng tipis.

Striker Monaco Mohamed Kallon juga memiliki sebuah peluang, sayang tendangannya melebar, dan sejak itu Sedan semakin tangguh. Didier Neumann memiliki peluang terbaik menjelang turun minum ketika tendangannya tipis membentur tiang gawang dan bola melebar.

Usai turun minum, Monaco masih sulit menemukan ritme permainan dan sudah tidak mengejutkan ketika Sedan unggul. Citony, mendapat umpan dari pemain pengganti Cedric Sabin, menusuk dari kanan sebelum masuk ke tengah dan melakukan tendangan keras menaklukkan kiper Monaco Flavio Roma.

Citony hampir mencetak gol lagi lima menit kemudian, tetapi aksi gemilang Roma memupus peluang itu. Namun sebuah gol sudah cukup bagi Sedan untuk melaju ke final, peluang yang semula tak pernah mereka perkirakan.

"Kami tidak sedang bermain sepak bola. Saya sungguh kecewa. Ini hasil yang semestinya tidak terjadi," kata arsitek Monaco, Didier Deschamps. (rtr,F3,ant-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA