| Jumat, 13 Mei 2005 | NASIONAL |
AS Tertarik Pilkada di JatimSURABAYA- Amerika Serikat (AS) melalui United States Aid (Usaid) tertarik mengamati pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jatim. Karena itu, Usaid berjanji akan memberikan bantuan kepada lembaga panitia pengawas pilkada, agar pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat lokal bisa demokratis dan elegan. "Usaid akan bekerja sama dengan sejumlah LSM lokal mengawasi pilkada di Jatim, terutama di Kota Surabaya," kata Usaid Jakarta Program Office, Moekti Soejachmoen, di Surabaya, Kamis (12/5). Untuk kepentingan tersebut, Usaid bekerja sama dengan NDI (National Democratic Institute) untuk mengamati pilkada, khususnya di Kota Surabaya. Metode pengamatan NDI selama ini adalah teknik quick account (hitungan cepat) hasil pilkada dan votter attitude survey atau survei perilaku memilih di kalangan konstituen. Metode ini pernah diterapkan pada Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden tahun 2004, dengan hasil mendekati kebenaran dan angka persentase penyimpangannya sangat kecil. "Di samping itu, Usaid juga bekerja sama dengan sejumlah LSM lokal terkait dengan pelatihan anggota partai yang memfokuskan pengelolaan kampanye dan monitoring pemilu." Mengenai besar nilai bantuan kepada pengawas pilkada di Jatim, Chief Program Officer For Indonesian Usaid, Richard Hough, enggan mengungkapkan secara transparan. Dia mengaku lupa berapa nilai bantuan yang diberikan Usaid untuk kepentingan tersebut. Saat bertemu dengan Gubernur Jatim Imam Utomo di Surabaya, kemarin, pimpinan Usaid menyatakan komitmennya untuk tetap memberikan bantuan kepada Jatim, terutama dalam konteks peningkatan kesejahteraan warga provinsi ini. Cuma implementasi pemberian bantuan itu ada perubahan strategi. Bantuan Usaid antara lain difokuskan pada epeningkatan pendidikan dasar terdesentralisasi, peningkatan pelayanan kesehatan dasar masyarakat. (G14-46t) |