logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Mei 2005 SEMARANG
Line

15 Cabup Jalani Tes

UNGARAN - Lima belas bakal calon bupati dan wakil bupati dari Partai Golkar Kabupaten Semarang sejak Selasa (10/5) hingga Kamis (12/5) mengikuti fit and proper test (uji kepatuan dan kelayakan) di kantor DPD II partai tersebut. Dari kelima belas bakal calon tersebut Saryono (Ketua DPRD Kabupaten Semarang) dan Ir Didik Eko Budi Santoso MT (Wakil Rektor III Unissula Semarang) disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan bersaing dalam bursa pencalonan bupati.

Keduanya mengklaim mendapat dukungan mayoritas dari kader partai tersebut. Ketua DPD II Drs Poernomo mengatakan, dalam pekan ini hasil tes tersebut akan dikirim ke DPD I Golkar Jateng. Selain Saryono dan Didik, kelima belas bakal calon tersebut adalah Wiranto SH, Drs Tawabul, Ir Mifta Hudin Afandi, Kusulistiono, Suparso SH, Fathoni, Suroto Irianto, Drs R Sukarno, Bambang Edi Wahono, Darwis Slamet, Rustamadji, Drs Slamet Iskandar, dan Purwidodo.

''Kami tidak menentukan pasangan bakal calon tapi yang akan memasangkan adalah pengurus DPD I, sebab DPD II hanya pelaksana penjaringan,'' kata Poernomo, kemarin.

Semua hasil perolehan nilai para balon, lanjut dia, akan diamankan hingga DPD I. Para pengurus DPD I akan menentukan prioritas yang layak maju sebagai calon bupati dan wakil bupati dari Golkar. Poernomo tidak bersedia menjelaskan mengenai jumlah skor yang diperoleh antara Saryono dan Didik.

Kelima belas bakal calon tersebut di depan tim penjaringan DPD II diuji tentang masalah pemerintahan, kepemimpinan, politik, dan hukum. ''Tim penilainya dari intern partai, tidak melibatkan LSM atau tokoh masyarakat,'' terangnya.

Sementara itu Didik Eko mengaku mendapat dukungan dari sebagian tokoh masyarakat. Mereka turut mengiringi Didik saat mengikuti tes.

Abdillah yang mengaku tokoh masyarakat Desa Kalirejo Kecamatan Ungaran menyatakan keinginannya memilih Didik lantaran figur baru. ''Saya ingin mencari orang yang masih bersih. Selain itu, secara keagamaan dia juga kuat. Agama tidak dia jadikan sebagai sarana berpolitik,'' terangnya. (rny-54n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA