| Jumat, 13 Mei 2005 | SEMARANG |
''Saya Masih di Sini''ADA pemandangan menarik ketika Tafta Zani yang sudah diberhentikan sebagai Sekda tetap menjadi pembina upacara pada apel pagi PNS di lingkungan Pemkab Demak, kemarin. Hampir semua pejabat struktural kabupaten ikut upacara tersebut. Dalam sambutannya, dia meminta agar semua pegawai menjaga iklim kondusif dan bekerja secara proporsional. Dia mengakui, telah diberhentikan dari jabatannya sebagai sekda oleh Bupati terhitung 11 Mei lalu. Jabatan barunya adalah staf administrasi di Pemkab. ''Jadi, saya tidak perlu membuat acara pisah sambut wong saya masih di sini. Tugas saya juga seperti Anda semua sebagai staf administrasi,'' ujarnya. Para peserta apel tampak begitu saksama mendengarkan materi pembinaan Tafta Zani. Dia menyebutkan, PNS harus menjaga keprofesionalannya dalam melayani masyarakat. Sebab, komposisi PNS tidak akan berubah. ''Kalaupun tiap lima tahun ada pergantian bupati, pegawai seperti Anda semua tidak akan berganti. Hanya terkadang menerima mutasi jabatan,'' tuturnya dengan suara tegas. Terkait dengan proses pilkada Kabupaten Demak yang semakin dekat, dia menyarankan agar semua pegawai dan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara dewasa. Sebab, kepala daerah yang akan dipilih akan menentukan masa depan masyarakat dan pembangunan di Kota Wali. Seusai upaya apel pagi, kepada Suara Merdeka Tafta mengemukakan, dirinya resmi diberhentikan oleh Bupati. Saat ditanya tentang surat pengunduran diri dari Sekda lantaran akan mencalonkan diri sebagai bupati, dia memberi jawaban diplomatis, ''Sejak 11 Mei saya diberhentikan oleh Bupati. Itu saja. Yang lain saya ndak komentar.'' Sebagai PNS, tandas dia, dirinya harus selalu siap ditempatkan di mana saja. Sebab, inti utama tugas PNS adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Secara terpisah, Kabag Kepegawaian Suseno mengemukakan, pemberhentian Sekda dan pengangkatan YMT-nya sudah dilaporkan ke Gubernur. ''Bupati sudah ke Gubernur untuk menyampaikan persoalan itu.'' Suseno membantah adanya kabar akan adanya mutasi sejumlah pegawai eselon II, III, dan IV. ''Ah ndak ada, sampai sekarang tidak ada mutasi di tingkat kabag dan kasubag.'' (Hasan Hamid-54j) |