| Jumat, 13 Mei 2005 | SEMARANG |
Air Terjun Palebur GongsoDipercaya sebagai Pertapaan KumbokarnaAIR terjun Palebur Gongso terletak di Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Hamparan sawah nan hijau dan embusan angin yang sejuk, menyambut pengunjung menuju lokasi wisata di pinggiran desa itu. Grojogan dengan ketinggian kurang lebih tujuh meter di tempat itu, memang menarik untuk dikunjungi. Guyuran airnya jernih dan deras. Bebatuan besar dan pohon-pohon rindang yang menjulang tinggi, mengitari grojogan tersebut. Di bawahnya, terdapat ke-dhung yang luas, serasa mengajak pengunjung untuk mandi atau sekadar membasahi kaki dengan air yang dingin itu. Suasana tenang, hawa sejuk, serta kicauan burung liar, seakan membuai untuk berlama-lama di tempat itu. Sebagian warga Semarang dan sekitarnya, tampaknya sudah mengenal daerah Bandungan. Di area Gedongsongo, terdapat candi-candi peninggalan nenek moyang, camping area, dan pasar wisata yang menyediakan aneka sayuran, buah, tahu, serta susu kedelai. Namun ternyata, belum banyak yang tahu bahwa hanya kurang lebih 30 menit atau sekitar 10 km ke arah utara dari Gedongsongo tersebut, ada air terjun Palebur Gongso yang menarik untuk dikunjungi. Akses menuju lokasi air terjun tersebut, tidak terlalu susah bila hendak dicapai dari Terminal Sumowono, tempat terakhir bus dari Semarang. Dari terminal itu, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan dengan naik angkutan bak terbuka atau ojek ke arah Limbangan dengan ongkos Rp 3.000 sekali jalan, kemudian turun di desa Gondang. Untuk mencapai lokasi, diperlukan kurang lebih sepuluh menit dengan berjalan kaki. Kalau dari arah Boja, pengunjung bisa naik angkutan jurusan Limbangan, dilanjutkan dengan angkutan jurusan Sumowono, turun di desa Gondang. Ongkosnya juga hampir sama, kurang lebih Rp 3.000 per orang sekali jalan. Menurut cerita warga sekitar, air terjun itu dulunya bekas pertapaan Kumbokarna, tokoh dalam pewayangan yang melebur dosa (palebur gongso) di tempat itu. Jejak Kaki Sebelum pergi, dia meninggalkan jejak kaki di atas batu yang sampai sekarang masih terlihat di atas grojogan. Di samping grojogan, juga ada sebuah gua yang menurut mitos tembus sampai Masjid Demak. Pernah suatu kali, ada beberapa mahasiswa mencoba masuk ke gua itu sampai kepada kedalaman sekitar 100 meter, namun belum melihat ujung gua tersebut. Kepala Desa Gondang, Ruminingsih, menyatakan, pihaknya pada April 2005 telah mengajukan proposal ke Dinas Pariwisata Kendal agar tempat tersebut bisa dikelola secara profesional dan dibuat lokasi perkemahan. "Kendala yang kami alami, yaitu jalan yang dipakai menuju grojogan adalah milik perorangan, bukan tanah bengkok. Jadi harus ada penggantian," ungkapnya ketika ditemui di kediamannya. Kasubdin Program Dinas Pariwisata Kabupaten Kendal, Gunarif Dwi Putranto SH, mengatakan, Diparta pada tahun anggaran 2003 dan 2004 mengusulkan dana Rp 25 juta, namun belum disetujui oleh DPRD. (Saptono Joko Sulistya-54ha) |