logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Mei 2005 SEMARANG
Line

Potret Pendidikan di Dinding Sekolah

MATAHARI Kamis siang (12/5) terik menyengat kawasan perempatan Milo. Lalu lintas yang sibuk dan orang-orang yang bersicepat menuju ke rumah menjadi warna sehari-hari salah satu kawasan terpadat di Kota Semarang itu.

Tapi di sisi timur Jl Dr Cipto, puluhan siswa SMP seperti abai pada panas matahari. Mereka asyik mencampur cat warna-warni, dan lantas memoleskannya pada pagar tembok SMPN 2 Semarang itu. Karena teramat asyiknya, mereka juga tak menghiraukan cipratan cat yang mengotori seragam putih birunya.

Ya, mereka adalah para siswa kelas III yang tengah mengikuti ujian praktik untuk mata pelajaran seni lukis. Subiyanto, guru seni rupa sengaja menyuruh siswa untuk membikin mural dengan tema "Pendidikan".

"Penilaian ujian praktik didasarkan pada desain yang dibuat setiap individu, aktivitas anak, skill, dan hasil akhir," ujar Subiyanto.

Rencananya, keseluruhan pagar di sisi barat sekolah itu akan disulap menjadi mural yang molek. Dinding pagar itu terbagi menjadi 18 bidang yang masing-masing berukuran 3 m x 3 m. Tiap-tiap bagian dilukis secara keroyokan oleh 22 siswa. Pihak sekolah menyiapkan tiga dus cat minyak warna-warni untuk setiap kelompok.

Walau namanya ujian, jangan bayangkan suasana yang membuat kening mengernyit. Para siswa terlihat santai dalam melaksanakan tugasnya.

Sesekali mereka bercanda atau mengoleskan tangan yang masih basah oleh cat ke baju atau kaus sebayanya itu.

"Eh, jangan dari bawah. Netes nih. Dari atas saja," cetus Rulita (14), siswa kelas III-E SMPN 2, ketika temannya mengoleskan kuas dari bagian atas tembok.

Tampilkan Kreativitas

Ya, ujian lewat pembuatan mural itu membuat para siswa amat leluasa menampilkan kreativitasnya. Jika dicermati, mural karya para siswa itu menjadi semacam potret bagi pendidikan Indonesia.

Ada siswa yang memotret dalam sudut sempit, langsung menukik pada proses pembelajaran di dalam kelas. Ada pula yang memaparkan fenomena tawuran atau kampanye antinarkoba di kalangan siswa.

Para siswa melukiskan dengan tepat jargon pembelajaran sepanjang hayat. Mural itu sungguh karikatural!

Seorang kakek berjenggot putih dilukis dengan semangat yang melebihi usianya berlari menuju ke sekolah. Kakek itu terlihat amat childish dengan seragam putih birunya. Dan masih banyak lagi mural lain yang menarik.

Pada begitu lainnya, ada gambar menarik tentang siswa menyontek yang digambarkan dengan amat memesona. Di dinding itu, digambarkan seorang siswa yang merasa "berhasil" karena menemukan jawaban yang dicarinya dalam sontekan.

Menariknya, mural itu berhasil mengungkap persoalan menyontek secara humoris. Digambarkan, ibu guru yang mengajar mengutip ucapan khas Limau (pelawak yang masuk API di TPI--Red).

"Maaf, kata Ustad Sanusi, nyontek itu dosa gitu loh." (Achiar M Permana, Widodo Prasetyo-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA