| Jumat, 13 Mei 2005 | SEMARANG |
Gumaya Group Kelola Pasar Ikan HigienisBALAI KOTA- Pengelolaan Pasar Ikan Higienis (PIH) Jl Pengapon Semarang akan dilakukan investor PT Gumaya Mina Mulia, milik Hendra Soegiarto. Investor itu telah melakukan paparan di hadapan Penjabat Wali Kota Drs Saman Kadarisman, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, dan pejabat Departemen Kelautan dan Perikanan, di Balai Kota, Kamis (12/5). Saman menjelaskan, paparan ini untuk menindaklanjuti penandatanganan yang dilakukan Pemprov Jateng dengan calon investor itu pada 30 Maret 2005. "Yang perlu ditindaklanjuti sekarang adalah kontak kerja antara pihak ketiga (investor-Red) dengan Pemkot," jelasnya. Kontrak kerja ini perlu dipelajari bersama agar investor dan Pemkot saling menguntungkan. Akhir Juli, bangunan dan lingkungan pasar ikan higienis sudah selesai 100 % dan diresmikan. "Sehingga Mei-Juli merupakan waktu yang tepat untuk mengkaji kontrak kerja." Menurut Saman, dari hasil kerja sama ini pihak investor akan memberi kontribusi kepada Pemkot dan Pemprov. Untuk Pemkot sebesar 75 % sedangkan kepada Pemprov 25 %. Pembangunan pasar ikan higienis ini, Pemkot memberi pembagian berupa tanah dan pematangan lahan. Sedang pembangunan konstruksi pasar dibiayai Departemen Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 14 miliar lebih. "Untuk pembenahan lingkungan pasar dan jalan Pemprov membantu Rp 1,28 miliar melalui bantuan In-gub." Mengenai alasan pengelolaan diserahkan kepada swasta, Saman menjelaskan, apabila pengelolaan diserahkan kepada PNS dengan membentuk unit pelaksana teknis, bisa salah urus. Demikian pula, kalau pengelolaan diserahkan ke KUD. Sejauh ini belum ada KUD yang mampu mengelola secara profesional. "Dengan tidak mengecilkan kemampuan PNS dan KUD, kalau sudah salah urus untuk bangkit susah. Padahal, pasar ikan higienis ini menjadi percontohan nasional. Oleh karena itu, pengelolaannya bekerja sama dengan pihak swasta dengan catatan biaya promosi dan pengelolaan ditanggung swasta," jelasnya. Proyek Rugi Hendra Soegiarto menjelaskan, investasi pengelolaan Pasar Ikan Higienis ini sebenarnya merupakan proyek yang rugi. "Sampai tahun kelima, investasi pengelolaan ini dalam hitungan kami masih rugi," kata pemilik bendera bisnis Gumaya Group ini. Dia mencontohkan, tahun pertama rugi Rp 796,32 juta, kedua rugi Rp 629,04 juta, ketiga Rp 461,76 juta, keempat Rp 294,48 juta, dan tahun kelima Rp 127,20 juta. "Meski merugi, tapi sebagai pebisnis itu merupakan suatu tantangan," tandasnya. Problem utama pasar ikan itu adalah biaya operasi yang tinggi. Karena harus menggunakan air yang banyak. Demikian juga biaya pengolahan IPAL yang tinggi. "Kelengkapan AC dan penggunaan SDM yang terampil dalam jumlah yang besar, juga berbiaya tinggi." Persoalan lain adalah mayoritas penyewa berasal dari masyarakat ekonomi lemah, yang mengakibatkan tidak dapat dikenakan biaya sewa yang tinggi dan sulit menutup biaya operasi.(G17-50 ) |